PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM — Atmosfer penuh semangat dan harapan mewarnai turnamen sepak bola usia dini dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-18 PT Perta Samtan Gas. Ajang antar Sekolah Sepak Bola (SSB) U-12 se-Kota Prabumulih ini bukan sekadar kompetisi, tetapi panggung lahirnya talenta-talenta muda berbakat.
Sebanyak 10 klub ambil bagian dalam turnamen yang digelar di Lapangan Ria Jaya Pertamina Prabumulih, Sabtu (2/5/2026). Sejak fase grup, pertandingan berlangsung ketat dengan durasi 2×10 menit, menghadirkan aksi-aksi terbaik dari para pemain muda.
Laga Sengit Berujung Drama Penalti
Empat tim terbaik—Bintang 354 FC, G.enka, Persea, dan Snara FC—melaju ke semifinal. Pertandingan semakin panas hingga mengerucut pada final antara Bintang 354 FC dan Snara FC.
Laga puncak berjalan alot. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga peluit akhir, memaksa pertandingan ditentukan melalui adu penalti.
Ketegangan mencapai puncak saat penendang terakhir Snara FC gagal mengeksekusi peluang. Tendangan yang melenceng memastikan kemenangan dramatis bagi Bintang 354 FC.
“Adu penalti bukan soal keberuntungan semata, tetapi soal mental dan keberanian anak-anak menghadapi tekanan,” akunya.
Sorak sorai pun pecah. Para pemain dan pendukung larut dalam euforia kemenangan yang penuh perjuangan.
Prestasi dan Penghargaan
Bintang 354 FC berhak atas trofi juara dan uang pembinaan Rp1,5 juta.
Sementara itu:
Runner-up: Snara FC
Juara III: G.enka
Juara IV: Persea
Penghargaan individu turut diberikan kepada:
Top skor: Brayen Kenzo (13 gol) – Bintang 354 FC
Pemain terbaik: Eboy Martin – Snara FC
Penyerahan hadiah dilakukan oleh Engineering Reliability & Maintenance Manager PT Perta Samtan Gas, Melky Datuela, didampingi Humas perusahaan.
Komitmen Pembinaan Generasi Muda
Melky Datuela menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus pembinaan usia dini.
“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah membangun karakter, sportivitas, dan mimpi besar anak-anak sejak dini,” ujar Melky Datuela.
Ia menambahkan, perusahaan akan terus berkontribusi tidak hanya dalam sektor energi, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penyediaan energi, tetapi juga mendukung lahirnya generasi muda berprestasi,” tambahnya.
Dukungan Orang Tua dan Harapan Pembinaan Berkelanjutan
Turnamen ini juga disambut antusias oleh para orang tua dan masyarakat yang memadati area lapangan. Dukungan penuh menjadi energi tambahan bagi para pemain muda.
“Kami bangga melihat anak-anak bertanding dengan semangat. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,” ujar salah satu orang tua.
Para pelatih pun berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin untuk mendukung pembinaan sepak bola usia dini.
“Turnamen seperti ini penting untuk mengasah mental tanding. Latihan saja tidak cukup tanpa pengalaman kompetisi,” ungkap salah satu pelatih.
Menanam Mimpi Sejak Dini
Lebih dari sekadar turnamen, ajang ini menjadi ruang tumbuh bagi mimpi-mimpi besar anak-anak Prabumulih. Dari lapangan sederhana, mereka belajar tentang kerja keras, sportivitas, dan keberanian.
“Di lapangan ini, bukan hanya gol yang tercipta, tetapi juga mimpi-mimpi besar yang mulai tumbuh,” ujarnya.
Bintang 354 FC memang keluar sebagai juara. Namun sejatinya, seluruh peserta adalah pemenang—karena telah berani melangkah dan bermimpi sejak dini.
“Dari lapangan sederhana di Prabumulih, mimpi besar itu mulai ditendang—menuju masa depan yang lebih gemilang,” kata dia. (rin)







