Hardiknas 2026: PHR Zona 4 ‘Cetak’ Generasi Energi, Edukasi Migas Jadi Pemantik Mimpi Anak Daerah

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM — Momentum Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni bagi Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4. Di balik peringatan ini, perusahaan migas tersebut terus bergerak nyata: menanamkan pengetahuan, memantik mimpi, dan membuka jalan bagi generasi muda untuk masuk ke industri energi nasional.

Lewat program edukasi hulu migas dan beasiswa, PHR Zona 4 hadir langsung menyapa pelajar hingga mahasiswa. Bukan hanya memberi teori, tetapi juga membangun kesadaran bahwa masa depan energi Indonesia bisa lahir dari bangku sekolah di daerah.

Salah satu momen itu terlihat saat Pertamina EP (PEP) Pendopo Field menyambangi SMA PGRI Talang Ubi, PALI, Februari 2026 lalu. Suasana kelas mendadak berubah. Antusiasme siswa pecah ketika tim Pertamina mulai mengupas dunia migas yang selama ini terasa jauh dan rumit.

Dari proses pencarian minyak di perut bumi, pengeboran, hingga pengolahan di kilang—semuanya dikemas ringan dan interaktif. Kuis, diskusi, dan cerita lapangan membuat siswa tak hanya paham, tapi juga terlibat.

“Baru tahu ternyata bensin itu prosesnya panjang banget. Dari dicari sampai ke motor kita,” ujar Wisnu, siswa kelas XII, penuh semangat.

Lebih dari sekadar pengetahuan, sesi ini juga membuka cakrawala profesi. Dunia migas bukan hanya milik insinyur, tetapi juga geolog, analis data, hingga tenaga komunikasi.

Dari sinilah mimpi mulai tumbuh.

“Jadi pengen kerja di Pertamina. Bisa keliling Indonesia, kerja di laut atau kilang. Harus lebih serius belajar IPA,” tambahnya.

Semangat yang sama juga terlihat di Universitas Baturaja, saat kuliah umum migas digelar. Lebih dari seratus mahasiswa aktif bertanya, berdiskusi, bahkan berebut kesempatan menggali informasi langsung dari praktisi industri.

Rektor Universitas Baturaja, Lindawati, menilai kolaborasi ini sebagai jembatan penting antara dunia kampus dan industri.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami realitas dunia kerja yang sesungguhnya,” katanya.

Sepanjang 2025, PHR Zona 4 telah menggelar edukasi migas di PALI, Prabumulih, dan OKU. Program ini berlanjut pada 2026 dan akan diperluas ke berbagai titik lainnya, termasuk dua lokasi di Prabumulih pada pertengahan Mei mendatang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi komunikasi publik dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan secara konsisten. Edukasi, sosialisasi pengeboran, hingga pengenalan operasional migas menjadi cara perusahaan mendekatkan industri dengan masyarakat.

Manager Relations PHR Zona 4, Frans Alexander Hukom, menegaskan bahwa investasi terbesar bukan hanya pada energi, tetapi juga pada manusia.

“Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku di industri energi. Edukasi ini adalah langkah awalnya,” tegasnya.

Komitmen itu diperkuat melalui program beasiswa non-ikatan dinas yang bekerja sama dengan Politeknik Akamigas Palembang.

Program ini menyasar pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu, memberi mereka akses pendidikan sekaligus pembinaan hingga siap terjun ke dunia kerja.

Sejak dimulai pada 2014, program ini telah melahirkan banyak talenta muda. Dan pada 2026, PHR Zona 4 kembali memastikan program ini terus berlanjut.

Di tengah tantangan sektor energi dan kebutuhan SDM unggul, langkah PHR Zona 4 menjadi bukti bahwa pendidikan dan industri bisa berjalan beriringan—menciptakan generasi yang tak hanya cerdas, tetapi juga siap mengelola kekayaan energi negeri sendiri. (ril)