Benny Rizal. Foto : Ist/FS.COM
PRABUMULIH, FS.COM – Soal pengaduan 9 peserta seleksi PPPK Nakes 2022 ke DPRD Prabumulih khususnya dari puskesmas terkait dugaan kecurangan nilai afirmasi.
Kepala BKPSDM Prabumulih, Benny Rizal SH MH mengatakan, seleksi PPPK Nakes 2022 dilakukan secara transparan dan bersih. Ujian tertulis menggunakan CAT, dan peserta PPPK Nakes 2022 usai ujian langsung mengetahui hasil ujiannya secara langsung hingga akhirnya diumumkan secara resmi.
Lalu, kata Benny, pemberian afirmasi atau nilai tambah sudah jelas aturannya. Peserta seleksi berusia 35 tahun dan memiliki masa kerja di atas 3 tahun serta melamar ditempatnya bekerja berhak atas nilai tambah atau afirmasi sebesar 25 persen atau 113. Kemudian, pelamar melamar di instansinya bekerja berhak atas nilai tambah atau afirmasi 25 persen atau 68.
“Penilaian dilakukan BKN, kita hanya memfasilitasi seleksi saja. Jadi kalau ada kesalahan, ajukan sanggahan. Lewat akunnya masing-masing, itu baru cara benar. Kesalahan pemberian nilai tambah atau afirmasi bisa saja terjadi, karena jutaan orang ikut seleksi PPPK Nakes 2022,” terang Benny, sapaan akrabnya.
Kalau memang ada kecurangan, kata Benny, buktikan jangan hanya katanya dan katanya saja. Sekarang ini, peserta telah mengajukan sanggahan tengah diperjuangkan dan dikordinasikan bersama BKN. “Kita duga nilai pelamar tersebut tipis, kalau nilainya besar dan memenuhi ketentuan nilai afirmasi jelas akan mendapatkan haknya. Tidak ada namanya, titipan, kecurangan, dan lainnya. Hasil atau nilai itu, diumumkan atas hasil ujian CAT dan tambahan afirmasi peserta masing-masing. Telah mengikuti ujian tertulis, sebelumnya,” ucap Ketua Umum KONI Prabumulih ini.
Sebenarnya, kata Benny, nilai setelah disanggah sudah bisa diumumkan. Tetapi, dilakukan penundaan sementara guna mengcover aduan para PPPK Nakes 2022 merasakan dirugikan soal nilai afirmasi salah satu tidak mendapatkannya. “Kalau usia dibawah 35 tahun, masa kerja di bawah 3 tahun jelas tidak akan dapat afirmasi. Demikian juga, kalau melamar tidak diinstansi bekerjanya jelas juga kehilangan kesempatan mendapatkan nilai afirmasi,” bebernya. (rin)







