Pertanian Organik Desa Keluang, Semangat Perempuan Desa Membangun Kemandirian Pangan

SEKAYU, FAJARSUMSEL.COM – Di bawah terik matahari pagi yang hangat, suara tawa perempuan-perempuan Desa Keluang terdengar riuh di lahan kecil berukuran setengah hektare. Tangan-tangan mereka cekatan menggenggam cangkul, sementara sebagian lainnya sibuk menyiapkan bibit sayur yang akan ditanam. Hari itu, bukan sekadar menanam, melainkan menumbuhkan harapan baru tentang kemandirian dan ketahanan pangan di desa mereka.

Di antara mereka, Maria Ariani, pendamping Kelompok Wanita Tani (KWT) Kekar Gemilang, dengan sabar mengarahkan peserta pelatihan. “Kita mulai dari tanah yang sehat. Tanah yang baik akan melahirkan tanaman yang baik, dan dari situ kita bisa mandiri,” katanya dengan senyum penuh keyakinan.

Kegiatan tersebut adalah bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) SIMBA KUAT – Sinergi Ramba Field Menuju Keluang Bersih dan Sehat, inisiatif dari PT Pertamina EP (PEP) Ramba Field.

Program ini dirancang bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan gerakan untuk membangun kesadaran ekologis dan kemandirian ekonomi berbasis pertanian organik di masyarakat.

Menanam Nilai, Menuai Harapan

Pelatihan yang digelar di Dusun Kekar Gemilang, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, Kamis (23/10), diikuti oleh 45 peserta yang terdiri dari anggota KWT, kelompok bank sampah, dan kader Posyandu.

Mereka belajar membuat pupuk organik, menanam sayuran tanpa pestisida kimia, serta mengelola lahan secara berkelanjutan.

Bagi Siti Rahma, anggota KWT yang juga seorang ibu rumah tangga, program ini menjadi pengalaman berharga.

“Dulu kami pikir bertani itu harus pakai pupuk kimia supaya cepat panen. Sekarang kami tahu, bahan alami di sekitar rumah pun bisa jadi pupuk. Lebih hemat, lebih sehat,” tuturnya sambil menata polybag di sisi kebun.

Di sela kegiatan, tampak Camat Tungkal Ilir, Yudianto IK SSos, ikut menanam bibit cabai bersama Kepala Desa Keluang, Robinhar, serta Pendamping Pertanian Lapangan (PPL) Yaman. Momen itu disambut tepuk tangan peserta, seolah menjadi simbol sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan dalam mewujudkan desa yang mandiri.

“Pertamina tidak hanya bicara energi, tapi juga energi kehidupan bagi masyarakat,” ujar Iwan Ridwan Faizal, Manager Community Involvement and Development (CID) Regional 1.

“Dengan pertanian organik, masyarakat tidak hanya menanam sayur, tapi juga menanam masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dari Lahan Kecil Menuju Ketahanan Besar

Program SIMBA KUAT menjadi ruang pembelajaran bersama. Di sini, perempuan desa bukan sekadar peserta, tapi motor penggerak perubahan.
Mereka belajar bagaimana limbah dapur bisa diolah menjadi kompos, bagaimana hasil kebun bisa menambah penghasilan keluarga, bahkan bagaimana hasil panen dapat dijual bersama lewat koperasi kecil yang tengah dirintis.

“Kami ingin Desa Keluang jadi contoh. Tidak perlu lahan luas, yang penting semangatnya. Kalau setiap rumah punya kebun kecil, kita tidak khawatir lagi soal pangan,” ujar Maria Ariani, penuh semangat.

Langkah kecil itu sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) — khususnya SDG 2 (Ketahanan Pangan), SDG 5 (Pemberdayaan Perempuan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan).
PEP Ramba Field menyadari, keberlanjutan energi tidak bisa dilepaskan dari keberlanjutan sosial dan lingkungan.

Hijau yang Tumbuh dari Kesederhanaan

Sore itu, ketika kegiatan usai, beberapa ibu masih terlihat memandangi lahan yang baru mereka tanami. Barisan bibit sawi dan kangkung tampak tegak berdiri, seolah ikut tersenyum bersama mereka.

“Dari tanah kita belajar arti kesabaran,” bisik Siti Rahma sambil menyapu peluh di wajahnya. “Dan dari tanah juga kita belajar bagaimana hidup ini harus dijaga.”

Bagi mereka, pertanian organik bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, tetapi wujud cinta pada lingkungan dan upaya sederhana menjaga ketahanan pangan dari desa.

Dari Keluang, semangat hijau itu kini mulai tumbuh menembus batas kebun kecil, menuju masa depan yang lebih mandiri, sehat, dan berkelanjutan. (rin)

error: Content is protected !!