PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri, kebutuhan gas LPG 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas tabung melon di Kota Prabumulih mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini membuat harga eceran di sejumlah tempat mencapai Rp30 ribu per tabung.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Prabumulih bersama para agen telah menggelar operasi pasar murah gas LPG 3 kilogram di delapan titik kelurahan dan desa sebagai tahap awal.
Langkah ini dilakukan guna membantu masyarakat mendapatkan gas bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Kepala Disprindag Kota Prabumulih, Muhtar Edi SSos MSi, menegaskan pihaknya juga telah menyiapkan Satgas untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan guna mengawasi harga penjualan di tingkat pengecer.
“Jika ditemukan harga gas tabung melon dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.500 per tabung, maka akan diberikan sanksi tegas,” ujar Muhtar.
Ia menjelaskan, sanksi tersebut dapat berupa pencabutan izin operasional bagi pangkalan atau pihak yang terbukti menjual gas LPG 3 kilogram di atas ketentuan yang berlaku.
“Ini merupakan bentuk komitmen Pemkot Prabumulih dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gas tabung melon, khususnya menjelang Lebaran,” tegasnya.
Selain delapan titik yang telah dilaksanakan, Disprindag juga menyiapkan delapan titik tambahan yang akan menjadi sasaran operasi pasar murah gas LPG 3 kilogram di kelurahan dan desa lainnya di Kota Prabumulih.
Dengan adanya operasi pasar dan pengawasan Satgas ini, diharapkan harga gas LPG 3 kilogram dapat kembali stabil dan masyarakat tidak lagi terbebani dengan harga yang terlalu tinggi. (rin)







