PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Proses seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaskibraka) Kota Prabumulih tahun 2026 terus berjalan ketat dan transparan. Hingga Senin, 27 April 2026, sebanyak 102 peserta masih bertahan dan mengikuti tahapan seleksi Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Seleksi yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Prabumulih ini menggunakan sistem gugur, sehingga jumlah peserta akan terus menyusut di setiap tahapan.

Kepala Kesbangpol Prabumulih, A Daswan, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif dan selektif guna menjaring peserta terbaik.
“Kita lakukan seleksi secara selektif dan ketat, guna mendapatkan Capaskibraka Prabumulih 2026 terbaik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari ratusan peserta yang mengikuti seleksi awal, nantinya hanya akan dipilih 36 orang terbaik. Rinciannya, 30 orang akan bertugas di tingkat kota, sementara 6 orang lainnya dipersiapkan untuk seleksi tingkat provinsi.

“Seleksi akan terus berlanjut hingga menyisakan 36 Capaskibraka. Nantinya mereka akan menjalani pemusatan latihan selama 40 hari sebelum bertugas pada upacara 17 Agustus 2026,” jelasnya.
Para peserta terpilih akan mengemban tugas penting, yakni mengibarkan Bendera Merah Putih pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih.
Menurut Daswan, pemilihan peserta terbaik sangat penting untuk memudahkan pelatih dalam proses pembinaan. Pasalnya, para Capaskibraka akan menjalani latihan fisik dan mental yang cukup berat.
“Pengemblengan memang cukup berat, tetapi itu penting agar mereka mampu menjalankan tugas dengan baik dan sukses, seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya. (rin)







