Pilkada 2024 Sukses, Dana Hibah KPU Prabumulih Rp 26 Miliar Diduga Dikorupsi, Komisioner Berpeluang Jadi Tersangka?

Baru 9 Saksi Diperiksa, Kejari Kebut Penyidikan

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih pada Pilkada 2024 lalu diketahui menganggarkan dana hibah sekitar Rp 26 miliar melalui APBD mendukung suksesnya penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Pilkada Prabumulih 2024 sendiri berlangsung lancar dengan diikuti tiga pasangan calon, yakni Arlan–Franky, Fikri–Syamdakir, serta Ngesti–Amin. Hasilnya, pasangan Arlan–Franky terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Prabumulih.

Namun di balik suksesnya pelaksanaan Pilkada, kini muncul dugaan korupsi dana hibah tersebut. Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih telah menaikkan status perkara ke tahap penyidikan.

Kajari Prabumulih, Khristiya Lutfiashandi SH MH, melalui Kasi Pidsus Safei SH MH mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa sembilan saksi, di antaranya lima komisioner KPU, sekretaris, bendahara, serta beberapa pihak terkait lainnya.

“Statusnya sudah kita naikan ke penyidikan terkait dugaan korupsi dana hibah Pemkot Prabumulih kepada KPU dalam penyelenggaraan Pilkada 2024,” ujar Safei, Selasa, (23/9/2025).

Ia menambahkan, jumlah saksi yang diperiksa kemungkinan besar akan terus bertambah. Tim penyidik saat ini tengah fokus menggali keterangan untuk mengungkap secara jelas dugaan korupsi tersebut.

“Pemeriksaan saksi sejauh ini terus kita lakukan. Baru sembilan orang yang diperiksa, dan ke depan bisa bertambah khususnya dari pihak-pihak terkait,” tegasnya.

Terkait kerugian negara, Safei menegaskan saat ini masih dalam tahap perhitungan bersamaan dengan pemeriksaan saksi.

“Jelas masih kita hitung,” jawabnya singkat. (rin)