Menaklukkan Rawa, Mencari Seni di Balik Lumpur di Ajang Bhayangkara Adventure Off Road Polres Prabumulih 2025

Sepenggal Kisah dari Bhayangkara Adventure Off Road Polres Prabumulih 2025

Oleh, Rian – FajarSumseo.Com

Tanjakan curam, lumpur pekat, dan rawa-rawa menyambut para offroader datang dari berbagai penjuru negeri dalam ajang Bhayangkara Adventure Off Road Polres Prabumulih 2025. Bukan sekadar adu kecepatan, tapi juga adu strategi, ketangguhan mental, dan kekompakan tim.

Di tengah deru mesin dan semprotan lumpur, Ferry, offroader asal Kalideres, menepikan kendaraannya dengan napas berat. Dua bulan sudah ia dan timnya mempersiapkan mobil andalan mereka. Tapi medan Prabumulih, khususnya lintasan 9A di Pintu Besi, memberi kejutan tak terduga.

“Banyak rusak, banyak pakai win standar,” ujarnya sambil tertawa lelah. “Tapi jalurnya mantap. 9A itu sulit. Kalau 5B nggak terlalu, tapi tetap saja, capek.”

Capek ia sebut bukan hanya fisik. Mental diuji sejak awal lintasan hingga garis akhir. Ferry dan timnya tidak hanya melawan medan, tapi juga waktu, keausan mesin, bahkan kesabaran.

Di sisi lain lintasan, Joko, offroader dari Lampung Garnisum, memandang cuaca cerah dengan perasaan campur aduk.

“Sayang nggak hujan. Harusnya lebih seru kalau becek,” katanya. “Tapi ya, tetap menantang kok. Apalagi di 9A, itu penuh rawa. Banyak mobil stuck di sana.”

Dari 12 mobil dibawanya, semuanya lolos lintasan, meski perjuangan panjang dan penggunaan winch berkali-kali. Bagi Joko, offroad bukan sekadar tantangan fisik atau mekanik. Ada nilai lebih di baliknya.

“Offroad itu ada seninya. Bukan cuma lewat, tapi bagaimana kita bisa berpikir cepat, kerja sama, dan baca medan.”

Namun, Joko juga mengkritisi pengaturan di beberapa titik. Menurutnya, kurangnya strategi teknis membuat waktu tempuh membengkak.

“Lama nunggu, antrean panjang. Tapi ya, itulah offroad. Kadang kita kalah bukan karena mobil, tapi karena perencanaan.”

Lintasan 9A jadi perbincangan banyak peserta. Rawa-rawa menjadi tantangan besar yang tidak bisa ditaklukkan dengan tenaga semata. Di sinilah peran winch, tali-temali, dan komunikasi tim jadi kunci utama.

Di balik kerasnya medan, ada semangat solidaritas. Tak jarang peserta yang sudah lolos kembali ke belakang untuk membantu tim lain terjebak. Di situlah jiwa offroad sejati terpancar: bukan soal menang, tapi tentang bersama-sama menaklukkan alam.

“Kami Sambut Tangan Terbuka” – Wako Prabumulih

Ajang ini bukan hanya tentang olahraga ekstrem, tapi juga promosi potensi alam dan pariwisata daerah. Wako Prabumulih, H Arlan, turut hadir di lokasi kegiatan, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Bhayangkara Adventure Off Road 2025.

“Kami menyambut para offroader tangan terbuka. Event seperti ini bukan hanya menguji adrenalin, tapi juga membawa dampak ekonomi dan memperkenalkan keindahan alam Prabumulih kepada luar daerah,” ungkap Wako Arlan.

Ia juga menilai bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kebersamaan antara komunitas otomotif, masyarakat, dan instansi pemerintah.

‘Lebih dari Sekadar Event Otomotif’ – Kapolres Prabumulih

Sementara itu, Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana SH SIk MSi menegaskan bahwa Bhayangkara Adventure Off Road merupakan rangkaian dari peringatan Hari Bhayangkara sekaligus media mempererat hubungan Polri masyarakat.

“Ini bukan sekadar event otomotif. Ini tentang sinergi, kebersamaan, dan semangat menjelajah yang sehat dan positif. Saya bangga melihat antusiasme peserta dan masyarakat Prabumulih,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan bahwa ke depan, Polres Prabumulih akan terus mendorong kegiatan serupa agar bisa menjadi agenda tahunan dinanti komunitas offroad nasional.

Lebih dari Sekadar Lomba

Ajang ini bukan hanya tentang kendaraan kuat atau jalur yang ekstrem. Ini adalah tempat di mana karakter diuji, ego diredam, dan persahabatan ditempa dalam kubangan lumpur dan denting logam.

Saat malam turun dan lampu tenda menyala, para offroader duduk melingkar. Tawa, cerita, dan lelah menyatu. Mereka bukan lagi pesaing, tapi saudara dalam satu medan.

Prabumulih malam itu tidak hanya jadi tuan rumah event bergengsi. Ia menjadi saksi bisu kisah-kisah kecil yang akan dibawa pulang oleh para peserta—tentang keberanian, kegigihan, dan seni menaklukkan tantangan. (*)