PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM — Matahari pagi mulai merangkak naik saat aroma rumput basah dan suara takbir mengisi udara di halaman sebuah lahan luas di Kota Prabumulih.

Di sana, puluhan orang tampak sibuk. Ada mengikat hewan kurban, ada menyiapkan alat potong, ada pula sibuk menata kantong plastik.
Suasana penuh semangat, keakraban, dan keikhlasan menyelimuti kegiatan penyembelihan hewan kurban digelar Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Prabumulih, Ahad pagi, 10 Dzulhijjah 1446 H.

Tahun ini menjadi momen istimewa bagi Ikadi Prabumulih. Di bawah kepemimpinan Ketua Ikadi Prabumulih, M Mufid MPdI, jumlah hewan kurban disembelih meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya. Jika pada Idul Adha 1445 H mereka hanya berkurban 5 ekor sapi, maka tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 9 ekor sapi dan 5 ekor kambing.
“Ini adalah bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan kemudahan diberikan. Alhamdulillah, tahun ini kami bisa berkurban lebih banyak,” ujar Mufid, wajah penuh haru. 
Menurutnya, peningkatan jumlah hewan kurban tahun ini tidak lepas dari partisipasi dan dukungan berbagai pihak. Selain dari pengurus Ikadi sendiri, hewan kurban juga berasal dari sumbangan mitra, kelompok arisan, pengurus Salimah, dan sejumlah donatur tidak ingin disebutkan namanya.
“Inilah indahnya kebersamaan dan semangat berbagi dalam Islam. Semua pihak bergerak, berkontribusi, walau mungkin tidak besar, tapi ikhlas dan bersama-sama,” tambahnya.
Penyembelihan dilakukan secara gotong royong. Para pengurus Ikadi, dibantu panitia dan warga sekitar, saling bahu membahu mulai dari menyembelih, memotong daging, hingga mengemasnya dalam plastik.

Sebanyak 1.000 kantong daging kurban disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di lingkungan sekitar kegiatan.
Di antara para relawan, tampak wajah-wajah ceria meskipun peluh membasahi kemeja mereka. Ada ibu-ibu sigap mengikat kantong daging, pemuda mengangkat potongan sapi, dan anak-anak penuh rasa ingin tahu memperhatikan dari kejauhan. Suasana kekeluargaan begitu kental terasa.

“Setiap tahun saya ikut kegiatan ini. Walaupun capek, tapi rasanya bahagia. Apalagi ketika melihat warga tersenyum saat menerima daging,” kata Riadin, salah satu pengurus Ikadi.
Bagi Ikadi, berkurban bukan hanya soal menyembelih hewan, melainkan juga momentum menumbuhkan solidaritas, semangat berbagi, dan kepedulian sosial. Dalam suasana ekonomi masih menantang bagi sebagian masyarakat, kehadiran daging kurban menjadi berkah luar biasa.
“Ini bukan tentang jumlah hewan disembelih saja, tapi tentang keikhlasan dan kepedulian. Kami berharap semangat ini bisa terus hidup dan menular kepada yang lain,” ujar Mufid.
Menutup kegiatan kurban, Mufid tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak telah membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung. “Kami doakan, semoga Allah membalas kebaikan yang berlipat ganda. Semoga ke depan kita bisa berbagi lebih banyak lagi,” akunya.

Hari itu, di tengah debu dan sisa jerami, kantong-kantong daging dibawa pulang penuh harap warga, semangat kurban menemukan maknanya — bukan hanya dalam potongan daging, tetapi dalam ketulusan dan kebersamaan menyentuh hati. (rin)







