Peringatan Hari Otonomi Daerah 2026, Cak Arlan Tekankan Sinergi dan Soroti Pengelolaan Sampah

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM — Pemerintah Kota Prabumulih menggelar apel gabungan dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah, Senin, (27/4/2026), di GOR Talang Djimar. Wali Kota Prabumulih, H. Arlan atau yang akrab disapa Cak Arlan, bertindak sebagai pembina apel dan membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Dalam amanatnya, Cak Arlan menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan faktor kunci dalam mendorong kemajuan pembangunan, khususnya di bidang infrastruktur dan pelayanan publik.

Menurutnya, otonomi daerah harus dimaknai sebagai peluang bagi daerah untuk mengelola potensi secara optimal, namun tetap sejalan dengan arah kebijakan nasional. “Harus ada koordinasi yang baik antara daerah dan pusat. Ini menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui sinergi yang kuat, berbagai program strategis nasional dapat diimplementasikan secara efektif di daerah, termasuk dalam mendukung visi besar pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita.

Cak Arlan juga menyoroti pentingnya penguatan kemandirian di berbagai sektor strategis, seperti pangan, energi, pendidikan, dan keamanan. Pemerintah daerah, kata dia, dituntut untuk adaptif dan inovatif dalam menjawab tantangan tersebut.

Salah satu isu yang menjadi perhatian serius pemerintah pusat, lanjutnya, adalah pengelolaan sampah. Menurut Cak Arlan, pengolahan sampah harus ditangani secara baik dan berkelanjutan agar tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi.

“Pengolahan sampah menjadi perhatian serius pemerintah pusat agar dapat terkelola secara baik. Bahkan, sampah bisa diolah menjadi energi listrik yang bernilai guna,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mendorong percepatan reformasi birokrasi agar tercipta tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel. Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Pemanfaatan teknologi harus dilakukan secara terintegrasi, salah satunya melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Tak hanya itu, implementasi program KDKMP juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik berbasis digital yang diharapkan mampu meningkatkan kemudahan akses layanan bagi masyarakat.

Melalui momentum Hari Otonomi Daerah ini, Cak Arlan mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan kinerja, serta mendukung kebijakan strategis nasional.

“Dengan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, kita optimistis pembangunan yang merata dan berkelanjutan dapat terwujud di seluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya. (rin)