Pemkab PALI Bakal Gelontorkan Rp 650 Juta untuk Pesantren, Hadiah Spesial di Hari Santri

PENDOPO, FAJARSUMSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menunjukkan perhatian besar terhadap dunia pesantren. Dalam momentum Hari Santri Nasional 2025, Pemkab PALI mengumumkan bantuan dana hibah sebesar Rp 650 juta bagi pondok pesantren ada di wilayah tersebut.

Bantuan ini menjadi bentuk nyata komitmen Pemkab PALI dalam memperkuat peran santri dan lembaga keagamaan sebagai benteng moral serta pusat pendidikan karakter di tengah arus modernisasi.

“Kami mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Bapak Bupati atas perhatian dan sumbangsih besarnya terhadap pondok pesantren melalui bantuan dana hibah sebesar Rp 650 juta,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten PALI, DR H Deni Priansyah, dalam kegiatan Apel dan Pengajian Akbar Hari Santri Nasional di Pendopoan Guest House Bupati PALI, Rabu, (22/10/2025).

Kegiatan bertema “Jihad Santri, Jayakan Negeri” itu dihadiri ribuan santri, ustadz, ulama, dan tokoh masyarakat dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten PALI.

Apel dipimpin langsung Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji SH, menegaskan bahwa santri memiliki peran penting dalam membangun karakter bangsa dan menjaga moralitas generasi muda.

“Saat ini di PALI ada 23 pesantren total sekitar 3.800 santri. Pemerintah akan terus hadir dan mendukung santri sebagai generasi terbaik PALI,” tegas Iwan Tuaji dalam amanatnya.

Menurutnya, semangat santri berlandaskan keikhlasan, kedisiplinan, dan cinta tanah air adalah teladan yang relevan dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, dalam pesan tertulisnya, Bupati PALI Asgianto, ST menyebutkan bahwa perhatian pemerintah terhadap pesantren tidak hanya sebatas bantuan dana, tetapi juga melalui program penguatan spiritual dan ekonomi umat.

“Kami ingin generasi muda PALI tumbuh sebagai insan yang cerdas, berakhlak, dan berjiwa kebangsaan tinggi. Santri harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa,” tulisnya.

Selain bantuan hibah, Pemkab PALI juga menjalankan sejumlah program lain seperti pembinaan pesantren, beasiswa santri, pelatihan guru ngaji, dan pembangunan sarana keagamaan. Bahkan, pemerintah mendorong pemberdayaan ekonomi santri melalui pelatihan kewirausahaan dan pengolahan hasil pertanian berbasis pesantren.

“Santri tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga harus mandiri secara ekonomi. Pemerintah ingin pesantren menjadi pusat pemberdayaan umat,” tegas Bupati Asgianto.

Kegiatan Hari Santri di PALI berlangsung semarak. Rangkaian acara diawali dengan kirab santri, sholawat dan dzikir bersama, serta tausiyah kebangsaan oleh KH Hasanuddin menekankan pentingnya nilai spiritual dalam birokrasi pemerintahan.

“Jika santri menjadi pemimpin, mereka akan membawa cahaya kejujuran dan keteladanan. Siapa tahu, dari santri hari ini lahir Bupati PALI masa depan,” ucap KH Hasanuddin disambut pekik takbir para peserta.

Momentum Hari Santri 2025 di PALI ini menegaskan sinergi kuat antara pemerintah dan lembaga keagamaan. Bantuan Rp 650 juta bukan hanya angka, melainkan simbol dukungan Pemkab PALI untuk melahirkan generasi santri yang berdaya, berilmu, dan berakhlak mulia. (rin/ADV)

error: Content is protected !!