‘NIAT MILA’, Perempuan Desa Tanjung Menang Menanam Harapan dan Masa Depan

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Di sebuah pagi hangat di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, ada sekelompok perempuan tampak sibuk di lahan hijau seluas beberapa hektare.

Mereka menanam sayuran, menyiangi rumput, dan memupuk tanaman dengan bahan alami. Di wajah mereka terselip semangat dan harapan, bukan sekadar panen melimpah, tapi untuk kehidupan lebih baik dan lingkungan lestari.

Kegiatan itu merupakan bagian dari Program NIAT MILA (Pertanian Sehat, Ramah Lingkungan, dan Berkelanjutan) dijalankan PT Pertamina EP (PEP) Limau Field. Melalui program ini, delapan Kelompok Wanita Tani (KWT) beranggotakan lebih dari 200 perempuan dilibatkan membangun pertanian berkelanjutan berbasis kemandirian komunitas.

“Kami ingin perempuan desa punya ruang untuk berdaya, tidak hanya di rumah, tapi juga di lahan pertanian. Kami mulai dari hal kecil, belajar bersama, dan kini hasilnya mulai terlihat,” ujar Melisa, Ketua TP PKK Desa Tanjung Menang, juga menjadi motor penggerak KWT di wilayahnya.

Sebelum program ini hadir, banyak lahan di desa tersebut terbengkalai karena keterbatasan modal dan pengetahuan. Melalui NIAT MILA, para perempuan mendapatkan pelatihan pengelolaan keuangan, administrasi kelompok, serta komunikasi efektif, termasuk pembekalan praktik pertanian ramah lingkungan minim bahan kimia.

Kini, lahan-lahan yang dulu kosong telah berubah menjadi kebun produktif menghasilkan sayuran segar seperti cabai, tomat, bayam, dan kangkung. Sebagian hasil panen dijual ke pasar lokal, sementara sisanya dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga.

“Dulu kami tidak pernah terpikir bisa menjual hasil kebun sendiri. Sekarang kami bisa menambah penghasilan dan membantu suami,” kata Sumiati, salah satu anggota KWT kini mengelola lahan seluas setengah hektare bersama kelompoknya.

Bagi PEP Limau Field, keberhasilan program ini tak lepas dari kolaborasi multipihak, antara perusahaan, pemerintah desa, akademisi, dan masyarakat.

“Kami melihat semangat luar biasa dari para perempuan di Desa Tanjung Menang. Program NIAT MILA menjadi contoh bahwa pelibatan masyarakat, khususnya perempuan, dapat menghasilkan perubahan nyata dan berkelanjutan,” ujar Iwan Ridwan Faizal, Manager Community Involvement & Development (CID) Regional 1.

“Kami tidak hanya fokus pada hasil panen, tetapi juga pada tata kelola kelompok dan transparansi agar program ini bertahan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Pemerintah desa pun menyambut baik kehadiran program ini karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada PEP Limau Field. Program ini bukan hanya mengajarkan cara bertani, tapi juga membangun kepercayaan diri perempuan desa. Sekarang mereka bisa berdiri di atas kaki sendiri,” ungkap Kepala Desa Tanjung Menang, Asmedi Cik Adam SH MH.

Hal senada disampaikan Kadis Pertanian Prabumulih, Alfian SP menilai NIAT MILA selaras upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan lokal.

“Pertanian organik dan partisipatif seperti ini adalah masa depan. Melalui program NIAT MILA, perempuan menjadi pelopor perubahan, mereka menjaga bumi sambil menguatkan ekonomi keluarga,” jelas Alfian.

Selain memberikan pelatihan dan bantuan alat pertanian, Pertamina juga mendorong terbentuknya sistem manajemen kelompok yang transparan dan efisien. Setiap KWT kini memiliki pencatatan keuangan sendiri, rencana tanam, dan pembagian hasil adil.

Program ini juga mengedepankan konsep pertanian regeneratif, yaitu menjaga kesehatan tanah, air, dan keanekaragaman hayati agar ekosistem pertanian tetap produktif tanpa merusak lingkungan.

“Kami belajar bahwa tanah yang sehat itu investasi masa depan. Kalau dulu pupuk kimia kami anggap solusi cepat, sekarang kami tahu pupuk organik jauh lebih baik untuk jangka panjang,” tutur Rahma, anggota KWT lain kini menjadi fasilitator lokal bagi petani muda di desanya.

Kini, aroma tanah basah dan hijaunya daun di Tanjung Menang menjadi simbol perubahan. Program NIAT MILA bukan hanya menumbuhkan tanaman, tapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kebersamaan di kalangan perempuan desa.

Dari lahan  dulu sunyi, kini terdengar tawa dan percakapan tentang masa depan tentang anak-anak bisa sekolah lebih tinggi, tentang rumah yang bisa direnovasi dari hasil panen, dan tentang bumi yang lebih hijau.

Bagi  PEP Limau Field, keberhasilan NIAT MILA menjadi bukti bahwa pembangunan berkelanjutan bisa dimulai dari akar rumput, oleh tangan-tangan yang penuh keikhlasan dan semangat.

“Kami berharap program ini terus berlanjut dan menjadi model pemberdayaan masyarakat di daerah operasi Pertamina lainnya,” pungkas Iwan Ridwan Faizal.

Melalui NIAT MILA, perempuan Tanjung Menang telah menunjukkan bahwa perubahan besar bisa tumbuh dari langkah kecil dari niat yang tulus untuk menjaga bumi, menghidupi keluarga, dan menanam masa depan bersama. (rin)

error: Content is protected !!