Kakanwil Ditjenpas Sumsel Apresiasi Inovasi Rutan Prabumulih, Komitmen Kembangkan Olahan Daun Nanas

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Kakanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumsel, Erwendi Supriyatno BcIP SH MH, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi Rutan Prabumulih berhasil memanfaatkan limbah daun nanas menjadi produk bernilai ekonomi. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Rumah Produksi UMKM Rutan Prabumulih, Senin, 23 November 2025.

Kedatangan Erwendi didampingi langsung Kepala Rutan Prabumulih, Sandy Wiguna SKom MSi. Ia menegaskan bahwa program kreatif tersebut sejalan 13 Program Menimipas, khususnya dalam pemberdayaan warga binaan dan peningkatan produktivitas.

“Bagus sekali, pemanfaatan limbah daun nanas menjadi barang bernilai ekonomi. Harus serius pengembangannya, bisa menjadi ciri khas atau andalan Rutan Prabumulih. Saat ini, produk yang dihasilkan baru berupa serat daun nanas,” ujar Erwendi.

Erwendi juga berharap pengembangan program ini nantinya menjalin kolaborasi dengan lebih banyak pihak, seperti UMKM lokal dan Dinas Pertanian. Menurutnya, hal itu penting untuk memberikan ruang besar bagi warga binaan mengembangkan keterampilan serta membuka peluang pendapatan.

“Ke depan, pengembangannya bisa melihat warga binaan menggandeng UMKM dan juga Dinas Pertanian. Dengan begitu, warga binaan punya keahlian dan keterampilan mengolah serat nanas dan bisa mendapatkan penghasilan. Mereka bisa punya tabungan dari hasil keterampilan tersebut, dan ini menjadi bekal ketika bebas agar bisa mandiri,” bebernya.

Selain itu, serat daun nanas dinilai memiliki potensi ekonomi besar karena dapat diolah menjadi bermacam-macam kerajinan bernilai jual tinggi, seperti tas, dompet, souvenir, hingga bahan baku tekstil ramah lingkungan.

Pernyataan Karutan Prabumulih: Program Ini Akan Terus Diperluas

Kepala Rutan Prabumulih, Sandy Wiguna SKom MSi, menyampaikan terima kasih atas dukungan Kakanwil Ditjenpas Sumsel. Ia menegaskan bahwa Rumah Produksi UMKM berbahan serat daun nanas merupakan wujud komitmen Rutan dalam membina warga binaan agar memiliki keterampilan nyata.

“Program ini akan terus kami kembangkan. Tidak hanya pengolahan serat, tetapi juga pelatihan pembuatan produk jadi. Harapannya, warga binaan benar-benar siap ketika kembali ke masyarakat. Mereka punya skill, punya pengalaman, dan bisa mandiri,” ujar Sandy.

Ia mengungkapkan bahwa Rutan Prabumulih juga sedang menjajaki kerja sama lanjutan dengan pihak-pihak eksternal agar produk berbahan serat nanas dari warga binaan dapat dikenal lebih luas.

Dukungan Kepala BPP Prabumulih Timur: Siap Dampingi dan Beri Pelatihan

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Prabumulih Timur, Ir. Zainul, turut memberikan dukungan penuh terhadap program pemanfaatan limbah daun nanas tersebut. Ia menilai inovasi Rutan sejalan dengan upaya peningkatan nilai tambah sektor pertanian.

“Kami sangat mendukung Rutan Prabumulih dalam mengembangkan pengolahan serat daun nanas ini. Dari sisi pertanian, bahan bakunya melimpah dan sebelumnya tidak termanfaatkan optimal. Kami siap memberi pendampingan, pelatihan teknis, dan membantu menjembatani kerja sama dengan petani maupun kelompok tani,” jelas Zainul.

Menurutnya, kolaborasi dengan BPP dapat memperkuat pasokan bahan baku sekaligus memastikan proses pengolahan dilakukan dengan standar yang baik sehingga kualitas serat yang dihasilkan semakin kompetitif. (rin)

error: Content is protected !!