PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Cuaca ekstrem yang ditandai dengan curah hujan tinggi disertai angin kencang masih berpotensi melanda Kota Prabumulih dan sekitarnya. Kondisi ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Prabumulih untuk mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh lapisan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana banjir dan angin puting beliung.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Prabumulih, Sriyono, SH, menegaskan bahwa intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan, termasuk Prabumulih.
“Dalam beberapa hari terakhir, curah hujan di Prabumulih relatif tinggi dan disertai angin kencang. Kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana, seperti banjir dan angin puting beliung. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati,” ujar Sriyono, Rabu, (4/2/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan BPBD bersama instansi terkait, debit air Sungai Kelekar sempat mengalami peningkatan. Selain itu, debit air Sungai Lematang juga terpantau meninggi akibat hujan yang mengguyur wilayah hulu sungai secara intensif.
Sriyono menjelaskan, beberapa daerah di wilayah hulu Sungai Lematang telah terdampak banjir. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak ke wilayah hilir, termasuk Kota Prabumulih, apabila hujan dengan intensitas tinggi terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
“Air dari hulu sungai membutuhkan waktu untuk sampai ke wilayah hilir. Jika hujan masih terus terjadi, maka potensi banjir di Prabumulih harus benar-benar diantisipasi,” jelasnya.
Selain banjir, BPBD juga mewaspadai potensi angin puting beliung yang kerap terjadi saat peralihan musim dan cuaca ekstrem. Sriyono mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, seperti pohon-pohon besar, baliho, dan bangunan semi permanen yang rawan roboh akibat angin kencang.
“Kami mengimbau warga untuk memangkas dahan pohon yang berisiko tumbang, mengamankan atap rumah, serta menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin kencang,” tambahnya.
BPBD Prabumulih juga meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, agar menyiapkan langkah antisipasi sejak dini, termasuk mengamankan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang lebih aman.
“Apabila terjadi banjir atau kondisi darurat lainnya, masyarakat diminta segera melapor kepada BPBD Prabumulih melalui jalur komunikasi yang tersedia, sehingga kami dapat segera melakukan upaya penanggulangan dan evakuasi jika diperlukan,” tegas Sriyono.
Saat ini, BPBD Kota Prabumulih memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan dalam menghadapi potensi bencana. Pemantauan kondisi cuaca, debit air sungai, serta koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan guna meminimalisir risiko dan dampak yang ditimbulkan.
BPBD Prabumulih berharap peran aktif masyarakat dalam melaporkan kondisi lingkungan dan mengikuti imbauan yang telah disampaikan, demi keselamatan bersama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. (rin)







