PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Komitmen membangun kota yang bersih dan berkelanjutan terus diperkuat Pemerintah Kota Prabumulih. Melalui Bank Sampah Prabumulih (BSP), digelar Pertemuan dan Pembagian Reward Unit Bank Sampah Induk Kota Prabumulih di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih.
Sebanyak 85 unit/teras bank sampah dengan total sekitar 8.000 nasabah aktif menerima apresiasi atas kontribusinya dalam mengurangi dan mengelola sampah berbasis masyarakat. Angka tersebut bukan sekadar data, melainkan cerminan gerakan kolektif warga yang mulai menjadikan sampah sebagai sumber nilai ekonomi sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, melalui Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Drs. Mulyadi Musa, M.Si, menegaskan peran strategis bank sampah dalam menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Bank sampah menjadikan sampah bernilai ekonomi dan menjadi langkah nyata mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan bank sampah bukan hanya soal pengelolaan limbah, tetapi juga perubahan pola pikir. Masyarakat diajak memilah, menabung, dan memanfaatkan kembali sampah yang sebelumnya dianggap tak berguna. Dari plastik, kertas, hingga logam, semuanya memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan baik.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Meta Asprianto, SE, turut memberikan dukungan agar seluruh unit terus berinovasi dan memperkuat manajemen organisasi. Ia mendorong pengembangan sistem pencatatan yang lebih tertib, peningkatan kapasitas pengurus, hingga perluasan jangkauan layanan ke lebih banyak warga.
Pemkot Prabumulih pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengelolaan sampah yang produktif demi terwujudnya kota yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Pemberian reward ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi seluruh Unit Bank Sampah untuk meningkatkan kinerja dan menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Lebih dari sekadar penghargaan, kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi serta penguatan koordinasi antar unit.
Dengan sinergi yang semakin solid, Bank Sampah Prabumulih diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan—bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh warga kota. (ril)







