PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Prabumulih menggelar Konferensi tahun 2025 sebagai agenda lima tahunan untuk memilih ketua dan membentuk kepengurusan baru. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gran Nikita, Kamis, 7 Agustus 2025.
Konferensi berlangsung khidmat dan penuh semangat ini menjadi momen penting regenerasi kepemimpinan organisasi profesi guru tertua di Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut:
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Prabumulih, A Darmadi SPd MSi
Inspektur Daerah, Indra Bangsawan SH MM
Asisten III Pemkot Prabumulih, Drs Amilton
Kadis Kominfo Prabumulih, Drs Mulyadi Musa MSi
Perwakilan Polres Prabumulih
Perwakilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih
Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0404 Muara Enim wilayah Prabumulih
Danramil/anggota Koramil Prabumulih
Serta para pengurus dan anggota PGRI se-Kota Prabumulih
Ketua PGRI Kota Prabumulih, Kusron SPd MSi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan amanat organisasi yang harus dilaksanakan setiap lima tahun sekali.
“Konferensi ini menjadi ajang regenerasi untuk memilih dan membentuk pengurus baru, dari tingkat kota hingga ranting. PGRI harus terus menjadi wadah peningkatan profesi guru, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan daya saing pendidikan di Kota Prabumulih,” ujar Kusron.
Dalam kesempatan tersebut, Kusron secara resmi berpamitan sebagai Ketua PGRI Prabumulih.
“Saya mohon pamit. Silakan pilih pengurus baru yang benar-benar mau memperjuangkan profesi dan kesejahteraan guru, serta peningkatan kualitas pendidikan. Jangan salah pilih, karena ini menyangkut masa depan PGRI Prabumulih lima tahun ke depan,” pesannya.
Wakil Ketua I PGRI Sumsel, Lukman Haris SPd MSi menegaskan bahwa konferensi ini merupakan amanat organisasi yang telah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda.
“PGRI resmi dibentuk 100 hari setelah Indonesia merdeka. Organisasi ini legal, berbadan hukum, dan telah berkontribusi besar dalam mempertahankan kemerdekaan serta mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkapnya.
Ia juga menekankan tiga tujuan utama PGRI:
1. Meningkatkan profesionalisme guru
2. Mendorong peningkatan kesejahteraan guru
3. Menjadi mitra strategis dalam memajukan pendidikan nasional
Lukman menyampaikan penolakan PGRI terhadap wacana penghapusan tunjangan profesi guru.
“PGRI menolak tegas rencana penghapusan tunjangan profesi guru yang sempat diwacanakan DPRD. Itu tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar PGRI Prabumulih segera memiliki sekretariat atau kantor tetap, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Prabumulih.
“Guru wajib menjadi anggota PGRI dan membayar iuran. Ini bagian dari komitmen menjaga organisasi tetap solid, mandiri, dan profesional,” tambahnya.
Asisten III Pemkot Prabumulih, Drs Amilton, mengapresiasi kiprah PGRI dalam mendukung kemajuan pendidikan.
“PGRI Prabumulih terus meningkatkan profesionalisme guru dan memperjuangkan kesejahteraan mereka. Pemerintah Kota sangat mendukung dan berharap kolaborasi ini terus ditingkatkan dalam membangun dunia pendidikan di Bumi Seinggok Sepemuyian,” ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan konferensi ini berjalan sukses dan membawa manfaat luas.
“Semoga konferensi ini berjalan lancar dan bermanfaat, tidak hanya bagi guru, tetapi juga pelajar dan dunia pendidikan. Siapa pun terpilih nantinya, semoga mampu membawa kemajuan nyata bagi pendidikan di Kota Migas ini,” harapnya.
Dengan semangat kebersamaan dan tekad memperkuat profesi guru, Konferensi PGRI Prabumulih 2025 diharapkan melahirkan kepengurusan baru yang progresif dan responsif terhadap tantangan zaman. (rin)







