Sinergi dan Edukasi JKN Bagi Masyarakat
BANDAR LAMPUNG, FAJARSUMSEL.COM – Memperkuat sinergi serta memperluas pemahaman masyarakat tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan menggelar Media Gathering melibatkan pimpinan redaksi media massa dari Sumsel, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung, 11 – 12 Juni 2025 dipusatkan di Bandar Lampung.
Acara ini menghadirkan Asisten Deputi Sumber Daya Manusia (SDM), Umum, dan Komunikasi di Kedeputian Wilayah III BPJS Kesehatan, Angga Firdauzie menekankan pentingnya peran media dalam meluruskan informasi serta mengedukasi masyarakat mengenai hak dan kewajiban peserta JKN.
“Program JKN bukanlah milik BPJS Kesehatan, tapi milik negara dan masyarakat. BPJS hanya sebagai penyelenggara,” tegas Angga.
Belajar dari Sejarah dan Praktik Global
Dalam pemaparannya, Angga menjelaskan bahwa konsep JKN telah berkembang sejak ribuan tahun lalu dan pertama kali diterapkan secara formal Negara Jerman. Ia menekankan bahwa meski sistem perlindungan kesehatan di setiap negara berbeda, tujuannya tetap sama: menjamin hak dasar manusia atas layanan kesehatan.
“Indonesia mengadopsi model Social Health Insurance (SHI) tunggal. Dibanding Jerman memerlukan waktu 127 tahun untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC), Indonesia berhasil mencapainya dalam waktu hanya 4-5 tahun, berkat komitmen negara dan pembelajaran dari praktik global,” bebernya.
Kontribusi Nyata JKN terhadap Sosial dan Ekonomi
Angga menyebutkan, selama 11 tahun operasional JKN, dampaknya sangat signifikan. Di antaranya adalah: Menurunkan tingkat kemiskinan, Meningkatkan pendapatan rumah tangga hingga 29 kali, Meningkatkan akses layanan kesehatan merata
“JKN adalah program negara yang juga mendukung Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam menurunkan kemiskinan dan ketimpangan rasio Gini,” tambahnya.
Perlu Perbaikan dan Pemahaman yang Lebih Luas
Meski membawa banyak manfaat, Angga mengakui bahwa masih banyak masyarakat belum memahami sepenuhnya peran JKN maupun BPJS Kesehatan. Karena itu, kegiatan sosialisasi seperti ini sangat penting, termasuk menjalin komunikasi aktif antara media dan penyelenggara program.
“Program ini sudah sangat baik. Tugas kita bersama adalah menjadikannya lebih baik lagi, dengan sinergi dan edukasi terus ditingkatkan,” pungkasnya. (rin)







