Kopi Stamina Ala Perwani Desa Karya Mulia, Program CSR PHRZ 4 Field Limau Bertajuk ‘Pertaganik’

CSR : Kopi Stamina, salah satu produk Perwani Desa Karya Mulia, Kecamatan RKT lewat program CSR atau mitra binaan PHRZ 4 Field Limau, Sabtu. Foto : Rian/FAJARSUMSEL.COM

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Pertamina (Persero) melalui anak perusahaan, tugasnya tidak hanya mencari sumber-sumber minyak dan gas (Migas) saja guna memenuhi kebutuhan energi nasional.

Mencari migas, Pertamina sendiri menggunakan slogan Pertamina GO Digital, memakai teknologi terkini sehingga didapat hasil maksimal dan optimal dalam memenuhi kebutuhan energi nasional setiap tahunnya lewat target telah ditetapkan. Bukan hanya itu saja, juga mengusung slogan Pertamina GO Productive And Efficient. Sehingga, capaian kinerjanya tentunya baik dan optimal.

Dalam menjalankan bisnisnya, Pertamina mengusung teori Pertamina GO Collaborative, memperkuat inovasi melibatkan internal dan pihak luar dalam memenuhi target produksi migas.

Tetapi, juga punya Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) mengembangkan wilayah di ring 1 dan sekitarnya. Guna memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya. Semangat Energizing The Nation, ditunjukkan Pertamina sebagai pemberi energi kehidupan dunia lewat anak perusahaannya.

Desa Karya Mulia, desa mitra binaan PHRZ 4 Field Limau

Seperti dilakukan PT Pertamina Hulu Rokan Zona (PHRZ) 4 Field Limau, guna mewujudkan Pertamina Go Global juga melaksanakan program TJSL atau dikenal Corporate Social Responsibilty (CSR). Salah satunya di Desa Karya Mulia, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kota Prabumulih, Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Desa Karya Mulia merupakan wilayah ring 1, PHRZ 4 Field Limau berjarak sekitar 20 KM dari pusat kota Prabumulih atau jarak tempuhnya sekitar 1 jam saja.

Kehadiran PHRZ 4 Field Limau lewat program CSR-nya, bertajuk Pertaganik atau Pertamina Toga dan Organik memberikan manfaat besar bagi warga Desa Karya Mulia sehingga tercipta ‘Kopi Stamina’ merupakan salah produk obat herbal atau berasal dari tanaman obat tradisional dibudidayakan masyarakatnya.

Selaras upaya PHRZ 4 Field Limau dalam rangka mewujudkan Pertamina Go Green, melakukan pemberdayaan masyarakat lewat pelatihan pembuatan produk herbal sehingga mewujudkan masyarakat mandiri.

Hal itu dirasakan Ketua Persatuan Wanita Tani (Perwani) Desa Karya Mulia, Luh Nyoman Rewi Andayani bersama anggotanya jumlah mencapai 147 orang tergabung dalam 14 kelompok sekarang ini.

Luh mengatakan, awalnya dirinya hanya Ibu Rumah Tangga (IRT) biasa setiap harinya hanya menyadap karet dan berternak sapi. Lalu, setelahnya tidak ada kegiatan. Bermula, adanya program pemberdayaan masyarakat PHRZ 4 Field Limau pada 2017 silam di Desa Karya Mulia ia pun tertarik mengikutinya.

“Iya akhirnya saya ikut pelatihan tersebut, PHRZ 4 Field Limau mendatangkan ahlinya dari Jawa. Hampir 2 tahun kami belajar, memanfaatkan tanaman obat keluarga dan organik (Toga),” ceritanya.

Ucap Luh, pada pelatihan itu mulai diajarkan mengenal tanaman organik atau tradisional dan pemanfaatannya hingga bisa membuatnya menjadi produk herbal. Hasilnya, berbagai produk herbal berhasil diciptakan salah satunya ‘Kopi Stamina’ ini.

Ibu RT tergabung dalam Perwani Desa Karya Mulia menghasilkan aneka produk herbal

“Tidak hanya diberikan pelatihan pembuatan produk herbal. Kita juga dibantu pengemasan, izinnya termasuk sertifikat halal. Dan, sekaligus pemasarannya. Kita sangat berterima kasih kepada PHRZ 4 Field Limau ini telah membantu kita mengembangkan potensi dimiliki Desa Karya Mulia,” tutur perempuan berdarah Bali.

Bahkan, akunya, sering diajak pameran hingga ke Jakarta dilakukan PHRZ 4 Field Limau mengenal produk herbalnya. Tidak hanya, ‘Kopi Stamina’ saja. Tetapi, ada produk lainnya. Seperti; jamu-jamuan, minyak kelapa atau VCO, teh bunga telang, sirup rosela, dan lainnya. “Totalnya, ada 11 produk herbal berhasil kita buat. Dan, alhamdulillah hal itu bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan kita sejauh ini,” bebernya.

Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih kepada PHRZ 4 Field Limau telah memberikan keahlian. Sehingga, bisa menghasilkan produk herbal.

“Kita juga terima kasih atas dukungan Pemerintah Desa (Pemdes) Karya Mulia, menyediakan sarana prasarana pendukung. Termasuk, outlet sebagai pemasaran produk herbal ini,” tukasnya.

Produk herbal ini sendiri, bebernya sangat bermanfaat bagi kesehatan. Ia sendiri punya penyakit asma, memanfaatkan produk herbalnya tidak lagi perlu membeli obat. “Saya rutin mengkonsumsi produk herbal, kita hasilkan sendiri. Penyakit asma, sekarang ini tidak lagi bergantung obat kimia,” akunya.

Sedikit bercerita, ia membocorkan rahasia bahan pembuatan ‘Kopi Stamina’, yaitu; jahe, laos merah, rempah, kopi, dan lainnya. Butuh waktu sekitar tiga hari, akunya menjadi produk ‘Kopi Stamina’ dan layak konsumsi. “Perbungkusnya per-100 gram, kita jual harganya Rp 20 ribu. Dan, sudah banyak orang mengkonsumsi dan memperoleh manfaatnya. Tersedia, di outlet kita di samping Balai Desa Karya Mulia,” ucapnya.

Salah satu kebun toga milik Perwani Desa Karya Mulia

Adanya pembuatan produk herbal ini, sebutnya juga sebagai ajang silaturahmi antar masyarakat khususnya para IRT dan menghasilkan produk herbal ini. “Tidak hanya berkumpul dan bertemu saja, kita bisa membuat dan menghasilkan produk herbal bermanfaat bagi orang banyak,” tuturnya.

Kopi Stamina Jadi Ole-Ole ‘Spesial’ Desa Karya Mulia, Dorong Masyarakat Mandiri

Kades Karya Mulia, Miril Firacha AMd mengatakan, kehadiran PHRZ 4 Field Limau memberikan banyak manfaat bagi masyarakatnya. Tidak hanya mendorong kemajuan warga, tetapi juga perekonomian warga. “Desa Karya Mulya ini, masuk ring 1 PHRZ 4 Field Limau. Banyak program CSR PHRZ 4 Limau, menyentuh masyarakat kita dan telah dirasakan,” kata Miril.

Tidak hanya program pemberdayaan masyarakat dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia atau SDM, jelasnya hingga menghasilkan produk herbal. Termasuk, ‘Kopi Stamina’, dan lainnya.

“Berbagai program CSR PHRZ 4 Field Limau telah dirasakan masyarakatnya. Yaitu, Masyarakat Pemadam Api (Mas Pepi). Lalu, pembuatan kosmetik, pembuatan hand sanitizer, bank sampah, dan lainnya,” akunya.

Termasuk juga, tukasnya masyarakat Desa Karya Mulia sempat dinobatkan sebagai Kampung Proklim dibawa binaan PHRZ 4 Field Limau, beberapa waktu lalu guna mendukung Proper Hijau PHRZ 4 Field Limau. “Masyarakat kita, telah menerima bantuan bibit toga dan organik dari PHRZ 4 Field Limau. Sejak 2010 silam, Desa Karya Mulia ini menjadi desa percontohan biogas memanfaatkan limbah ternak sapi masyarakat kita,” terangnya.

Di desanya, tukasnya CSR PHRZ 4 Field Limau, ada juga program Niat Mila, pemanfaatan pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan.

“Produk herbal ini, sekarang menjadi ole-ole spesial jika ada orang luar berkunjung ke Desa Karya Mulia,” tukasnya.

Program CSR PHRZ 4 Field Limau ini, harap Miril, sapaan akrabnya bisa terus berkelanjutan hingga bisa mendorong masyarakatnya mandiri. “Tanpa kehadiran PHRZ 4 Field Limau, masyarakat kita tentunya tidak bisa menciptakan produk herbal. Termasuk ‘Kopi Stamina’ ini,” terangnya.

Camat RKT, Satria Karsa SE MM menambahkan, berterima kasih atas kontribusi PHRZ 4 Field Limau dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kecamatan RKT lewat berbagai program CSR-nya.

“Kecamatan RKT, juga masuk salah satu ring 1 PHRZ Field Limau. Berbagai program CSR, telah dilakukan. Baik itu, program berbentuk bantuan sarana prasaran, sosial, dan lainnya,” tukasnya.

Keberadaan PHRZ 4 Field Limau, akunya jelas memberikan dampak positif bagi masyarakatnya. “Termasuk, inovasi ‘Kopi Stamina’ dihasilkan Desa Karya Mulia. Kita harapkan program CSR ini terus berkelanjutan. Agar Desa Karya Mulia makin maju dan masyarakatnya sejahtera,” harapnya.

Penyuluh Pertanian Desa Karya Mulia, Bais menyambut positif program PHRZ 4 Field Limau mendorong masyarakat desanya melalui budidaya dan pemanfaatan toga dan organik, hingga terciptanya berbagai produk herbal bermanfaat bagi masyarakat.

“Pembinaan PHRZ 4 Field Limau, lewat program CSR-nya harapannya berkelanjutan. Karena, berdampak positif pada kemandirian warga di Desa Karya Mulia,” bebernya.

Menurutnya, manfaat dan kemandirian masyarakat dalam menciptakan produk herbal, sudah dirasakan apalagi berguna sekali bagi kesehatan. “Apalagi, sekarang ini pemerintah tengah mengalakkan penggunaan obat herbal,” tukasnya.

CSR PHRZ 4 Field Limau Padukan Konsep Pertanian Sehat, Ramah Lingkungan Berkelanjutan

Sementara itu, Head of Comrel & CID PHRZ 4, Tuti Dwi Patmayanti mengatakan, program CSR Desa Karya Mulia diharapkan dapat memicu semangat masyarakat terus melakukan kegiatan-kegiatan positif sebagai implementasi dari pendampingan telah dilaksanakan Field Limau melalui program CSR dijalankan selama ini.

“Konsep pemberdayaan masyarakat, kami kembangkan di desa ini adalah pertanian sehat ramah lingkungan dan berkelanjutan. Karena berbasis lingkungan, kegiatan ini sangat mendukung upaya adaptasi masyarakat terhadap kesehatan lewat pemanfaatan toga dan organik. Sehingga, dapat disimpulkan program ini baik bagi lingkungan, meningkatkan kualitas pangan dan kesehatan masyarakat, serta turut menambah pendapatan masyarakat melalui produk olahan dihasilkan. Berupa produk herbal, termasuk ‘Kopi Stamina’ salah satunya,” terang Tuti.

Apalagi, Desa Karya Mulia, kata dia adalah ring 1 PHRZ 4 Field Limau, mata pencaharian masyarakatnya bertani. Yaitu, sawit dan karet. “Lewat program CSR, pemberdayaan masyarakat kita ingin menambah pendapatan masyarakat, sehingga makin sejahtera,” sebutnya.

Senior Manager Field Limau, Dadang Soewargono, menyampaikan, mendukung sepenuhnya kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayah Field Limau. “Saya sangat senang bila program CSR PHRZ 4 Field Limau dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Partisipasi Desa Karya Mulia dalam menciptakan produk herbal khususnya ‘Kopi Stamina’ merupakan bentuk nyata sinergi antara perusahaan dan masyarakat maju bersama,” kata dia.

Kegiatan ini juga berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dicanangkan Pertamina (Persero) lewat Pertamina Go Sustainable guna mewujudkan masyarakat Desa Karya Mulia mandiri.

“Program CSR di Desa Karya Mulia ini, sangat banyak dan telah dirasakan masyarakat manfaatnya. SDGs tujuan 8 memberikan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di wilayah operasi dan produksi, ini PHRZ 4 Field Limau terus mengupayakan agar desa binaannya mampu berperan dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” tutupnya. (rin)