Wajah Baru Jalan Prof M Yamin Dibersihkan, Warga Apresiasi Langkah Cak Arlan dan Bang Franky Relokasi Pedagang

Oleh, Andrian Purja 

Siang itu, Rabu 18 Juni 2025, Jalan Prof M Yamin tampak berbeda. Tidak ada lagi hiruk pikuk pedagang sayur mayur, ikan, ayam, atau terpal-terpal memayungi lapak di pinggir jalan. Tampak kini adalah barisan alat berat dan truk-truk besar perlahan mulai mengikis sisa-sisa aktivitas lama.

Setelah puluhan tahun ‘dikuasai’ para pedagang, akhirnya jalan dulunya penuh sesak itu mulai ditata. Di bawah kepemimpinan Wako Prabumulih H Arlan, atau akrab disapa Cak Arlan, dan Wawako Franky Nasril SKom MM dikenal Bang Franky, relokasi besar-besaran dilakukan satu tujuan: menata ulang wajah kota demi masa depan lebih baik.

Cak Arlan dan Bang Franky, tak sungkan langsung turun mengawasi proses relokasi dari pagi hingga sore hari. Lapak enggan pindah, dibongkar paksa agar tak lagi berjualan di lokasi tersebut.

Protes pedagang dianggap santai Cak Arlan dan Bang Franky, dikenal tegas dalam mewujudkan perubahan demi masyarakat Bumi Seinggok Sepemuyian ini.

Dibalik Relokasi, Ada Harapan Baru

Langkah ini tidak sepenuhnya mulus. Seperti biasa, perubahan menghadirkan pro dan kontra. Namun siapa sangka, banyak warga justru menyambut positif. Bagi mereka, ini bukan sekadar pembongkaran lapak. Ini adalah awal dari perubahan.

“Alhamdulillah, sekarang berangsur bersih. Dulu, Jalan Prof M Yamin ini seperti pasar tumpah. Sekarang kami bisa lihat jalannya lagi,” kata Kasmin, warga rumahnya tak jauh dari lokasi. Suaranya lirih namun penuh syukur.

Ia mengaku, sudah bertahun-tahun akses di jalan ini terhambat. Motor dan mobil pun sering harus putar arah karena susah hendak melintas terkecuali sore hari setelah aktivitas pedagang usai.

“Memang Prabumulih butuh pemimpin seperti Cak Arlan dan Bang Franky. Tegas, tapi tetap mikirin nasib pedagang juga,” tambahnya.

Ketika Ruko Mulai Bernapas Kembali

Tak hanya warga biasa merasakan dampaknya. Para pemilik ruko di kawasan itu seperti mendapatkan napas baru. Setelah bertahun-tahun tertutup lapak-lapak pedagang kaki lima, akhirnya toko mereka kembali terlihat.

“Ruko saya jualan pakaian. Tapi siapa bisa lihat, kalau depan ruko dipenuhi pedagang ikan dan ayam? Sekarang rencana mau buka lagi. Mudah-mudahan bisa ramai pembeli,” ucap salah seorang pemilik ruko, Ari dibincangi awak media, Kamis sore, 19 Juni 2025.

Ia bahkan menyebut bahwa sebelumnya, sekadar masuk motor ke depan rukonya saja susah. Kini, jalanan bersih dan kendaraan bisa mudah parkir di depan tokonya.

Bersih, Tertib, dan Penuh Harapan

Pantauan media, Kamis sore, pekerjaan perbaikan jalan dan saluran drainase terus dilakukan. Dinas terkait bahu-membahu, dibantu pengawasan dari TNI-Polri. Langkah itu dinilai sebagai bentuk keseriusan Pemkot dalam menghadirkan perubahan nyata, bukan hanya slogan.

Bagi Cak Arlan dan Bang Franky, ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini adalah tentang bagaimana membangun kembali kepercayaan warga, memberi ruang yang adil bagi semua—pedagang, pengguna jalan, dan pelaku usaha lainnya.

Tak sekadar merelokasi, pemerintah juga menyediakan solusi bagi para pedagang agar tetap bisa berjualan dan mengais rezeki di tempat yang lebih tertata, seperti di PTM II dan pasar lain yang telah disiapkan.

Sebuah Awal Baru

Jalan Prof M Yamin perlahan berubah wajah. Dari pasar liar menjadi jalur transportasi yang tertib dan fungsional. Dari kawasan penuh sesak menjadi ruang penuh harapan.

Warga kini menunggu. Mereka berharap jalan ini segera mulus, drainase lancar, dan tak lagi banjir saat hujan mengguyur. Tapi lebih dari itu, mereka berharap ini menjadi simbol awal perubahan lebih luas di Prabumulih.

Karena di balik setiap bongkahan aspal dibuka dan selokan dibersihkan, tersimpan harapan-harapan kecil warga percaya: kota ini bisa lebih baik. (*)