TENDA : Pendemo dari GMPB mendirikan tenda depan Kantor PHRZ 4, lantaran tuntutannya memperkerjakan 50 anggotanya sebagai tenaga harian belum dikabul, Rabu. Foto : Rian/FS.COM
PRABUMULIH, FS.COM – Sempat bernegosiasi Perwakilan Massa GMPB bersama Manajemen PHRZ 4 terkait lima tuntutan soal ketenagakerjaan, Rabu, 18 Januari 2023.
Namun akhirnya, desa lock karena tuntutan pada poin 5. Yaitu, meminta PHRZ 4 memenuhi tuntutan 50 anggota GMPB guna dipekerjakan sebagai tenaga kerja harian. Tetapi, belum dikabulkan.
Akhirnya, massa keluar dan mendirikan tenda di depan Kantor PHRZ 4. Dan, aksi demo tersebut akan dilanjutkan hingga Kamis, 19 Januari 2023.
“Iya, kita inginkan 50 anggota kita dipekerjakan sebagai tenaga harian di vendor PHRZ 4. Kalau ini tidak dikabulkan, besok (Kamis, red) kita tambah menjadi 100 orang. Anggota GMPB, dipekerjakan sebagai tenaga harian di PHRZ 4,” ujar Ketua GMPB, Agus Sanjaya kepada awak media.
Lanjutnya, aksi demo ini akan mendatangkan massa lebih besar lagi dan ia menegaskan, sebaiknya PHRZ 4 memenuhi tuntutannya. “Karena itu, kewajiban perusahaan guna mempekerjakan warga lokal di ring 1 PHRZ 4 ini. Cukup sudah, selama ini masyarakat lokal hanya jadi penonton saja. Banyak rekrutmen tenaga kerja dilakukan PHRZ 4 bersama vendornya, tidak transparan dan juga kental isu titipan. Ini fakta, dan bukan sekedar isu. Banyak anggota kita, telah merasakannya,” jelasnya.
Sementara itu, PHS SM Field Prabumulih, Fajri Abdurrahman mengatakan, akan berupaya menyelesaikan tuntutan GMPB secara win win solution. “Iya, akan kita rembukan secara bersama. Guna menyelesaikan permasalahan tuntutan pendemo dari GMPB ini,” pungkasnya. (rin)







