Tim Penyidik Berkordinasi Auditor BPKP

  • Bagikan

Roy Riady. Foto : Ist/FS.CO

PRABUMULIH – Penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah 2017/2018 Badan Penyelenggara Pemilu (Bawaslu) senilai Rp 5,7 miliar masih terus berlanjut, hingga sekarang tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) terus mendalaminya.

Diterangkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Roy Riady SH sekarang ini tim penyidik tengah berkordinasi bersama auditor BPKP dalam hal menghitung kerugian negara diakibatkan kasus korupsinya dana hibah 2017/2018 Bawaslu merugikan negara miliaran rupiah.

“Sejauh ini, penyidikan kasus korupsi melibatkan Bawaslu tengah berkordinasi bersama auditor BPKP dalam rangka menghitung kerugian negara diakibatkan,” jelas Roy, sapaan akrabnya, Rabu (10/8/2022).

Kata suami Nofita Dwi Wahyuni SH MH, memastikan kalau kasus tersebut terus berjalan dan tim penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi guna membuat jelas dan terang kasus dugaan korupsi dana hibah Bawaslu tersebut. “Penyidikan sejauh ini, masih terus berjalan dan dilakukan,” ujar Mantan Penyidik KPK ini.

Senada juga dibenarkan Kasi Intel, Anjasra Karya SH MH menerangkan, kalau sekarang ini tim penyidik terus melengkapi bukti terkait dugaan korupsi dana hibah Bawaslu tersebut. “Pengumpulan barang bukti terus kita lakukan, guna melengkapi barang bukti telah ada. Khususnya, masalah SPJ-nya,” tukas Anjas, sapaan akrabnya.

Masih kata dia, sejauh ini setidaknya ada 4 saksi telah diperiksa terkait dugaan korupsi dana hibah Bawaslu tersebut. Soal komisioner Bawaslu telah dilakukan pemeriksaan atau belum bisa berbicara lebih jauh. “Kalau masalah penyelidikan telah selesai, secepatnya dilakukan penetapan tersangka. Tinggal menunggu saja, kalau sudah pasti akan kita informasi lebih lanjut,” pungkasnya. (rin)

  • Bagikan