PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Suasana penuh semangat menyelimuti Hotel Gran Nikita, Minggu, (10/8/2025), saat Asisten I Pemkot Prabumulih, DR Drs H Aris Priadi SH MSi secara resmi membuka kegiatan tantingan yang akan dijalani Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaskibaraka) Prabumulih 2025.
Selama 9 hari ke depan, para Capaskibaraka akan menjalani karantina intensif di lokasi yang disebut “Desa Bahagia”, sebuah konsep pembinaan yang mengedepankan kekompakan, disiplin, dan kebersamaan.

Dalam amanatnya, Aris mengajak para peserta untuk menanggalkan keraguan dan menatap tantangan dengan keyakinan penuh.
“Hari ini kalian memasuki gerbang Desa Bahagia. Ikuti semua proses dengan disiplin, dengarkan instruksi pelatih, dan tunjukkan keseriusan. Kalian akan berlatih bersama TNI-Polri dan mempersiapkan diri untuk tugas mulia sebagai Paskibraka,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan mengibarkan bendera pusaka pada Hari Kemerdekaan nanti akan menjadi kebanggaan bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga keluarga, sekolah, dan kota.
“Baik penaikan maupun penurunan bendera, harus dilakukan dengan kekompakan dan keseriusan. Kerja keras ini tidak akan sia-sia dan bisa menjadi batu loncatan untuk meraih cita-cita kalian,” tandasnya.

Prosesi pembukaan tantingan ditandai dengan pemotongan pita “Desa Bahagia” dan tradisi mandi kembang, sebagai simbol awal perjalanan pembinaan.
Sementara itu, Kaban Kesbangpol Prabumulih, A Daswan SSos MSi, didampingi panitia Rosadi SE MM, menyebut karantina ini menjadi momen krusial.

“Selama 9 hari, para Capaskibaraka akan dibentuk kekompakannya, dilatih kesempurnaan gerakan, sehingga siap menjalankan tugas mengibarkan dan menurunkan bendera pusaka di momen bersejarah nanti,” jelasnya.
Dengan semangat dan dedikasi yang terus dipupuk, Capaskibaraka Prabumulih 2025 diharapkan mampu membawa harum nama kota di panggung kemerdekaan. (rin)







