Satu Tahun Asgianto–Iwan Tuaji: PALI Melaju dengan Pembangunan Terukur

PALI – FAJARSUMSEL.COM – Di usia yang masih muda sebagai daerah otonom, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus berupaya menemukan ritme pembangunannya. Tahun 2025 menjadi salah satu penanda penting. Di bawah kepemimpinan Asgianto dan Iwan Tuaji, arah pembangunan PALI mulai menunjukkan pola yang lebih terukur—tidak sekadar mengejar angka, tetapi menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.

Angka yang Berbicara, Kerja Nyata di Lapangan
Data memang bukan segalanya, namun ia memberi gambaran tentang arah. Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi PALI tercatat stabil di angka 5,72 persen. Di saat yang sama, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 9,27 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,69 persen.

Di balik statistik tersebut, terdapat denyut aktivitas ekonomi warga—petani yang kembali bergairah, pelaku UMKM yang mulai naik kelas, serta akses jalan yang semakin membuka isolasi wilayah. Pembangunan tidak lagi hanya terpusat, tetapi perlahan merata.

IPM Meningkat, Kualitas Hidup Jadi Fokus
Capaian lain yang patut dicatat adalah meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) PALI menjadi 70,55, masuk dalam kategori tinggi. Angka ini mencerminkan perbaikan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Bagi Asgianto, pembangunan manusia adalah fondasi. “Pembangunan fisik penting, tetapi tanpa peningkatan kualitas manusia, hasilnya tidak akan berkelanjutan,” ujarnya dalam berbagai kesempatan.

Infrastruktur sebagai Penggerak
Salah satu wajah pembangunan yang paling kasat mata adalah infrastruktur. Sepanjang 2025, pembangunan dan perbaikan jalan terus digenjot. Jalan bukan hanya soal beton dan aspal, tetapi tentang memperpendek jarak antara desa dan pusat ekonomi, memudahkan distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang usaha baru.
Di sisi lain, program rumah layak huni menjadi jawaban bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi ruang awal membangun kehidupan yang lebih bermartabat.

Pertanian dan UMKM: Denyut Ekonomi Rakyat
PALI tidak bisa dilepaskan dari sektor pertanian dan usaha kecil. Kesadaran inilah yang mendorong pemerintah daerah memperkuat sektor riil. Bantuan sarana produksi, pelatihan keterampilan, hingga akses permodalan diberikan agar petani dan pelaku UMKM tidak berjalan sendiri.

“Kami ingin ekonomi rakyat tumbuh dari bawah, kuat dari desa, dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan,” tegas Asgianto. Pendekatan ini perlahan menumbuhkan optimisme baru, terutama di kalangan generasi muda desa yang mulai melihat masa depan di kampung halamannya sendiri.

Kolaborasi sebagai Kunci
Asgianto menegaskan bahwa capaian setahun ini bukan hasil kerja pemerintah semata. Ada peran masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Capaian ini adalah buah kolaborasi. Pemerintah hanya mengarahkan, masyarakatlah yang menggerakkan,” katanya.

Menatap Ke Depan
Satu tahun tentu belum cukup untuk menjawab seluruh tantangan. Namun, fondasi telah diletakkan. Pemerintah Kabupaten PALI berkomitmen menjaga tren positif ini melalui pembangunan berkelanjutan—yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga pemerataan.

Di tengah keterbatasan dan tantangan daerah, PALI terus melangkah. Pelan, tetapi pasti. Setahun kepemimpinan Asgianto–Iwan Tuaji menjadi catatan bahwa pembangunan yang terukur, kolaboratif, dan berpihak pada rakyat bukan sekadar jargon, melainkan proses yang sedang berjalan. (rin)