Salam Gasak! Portal KAI Patih Galung Dibongkar, Dishub Prabumulih dan LSM APM Kawal Langsung

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM — Perjuangan panjang LSM APM dalam menyuarakan aspirasi warga akhirnya membuahkan hasil. Portal perlintasan kereta api di kawasan Patih Galung resmi dibongkar oleh Dinas Perhubungan Kota Prabumulih, Jumat (27/2/2026), dengan pengawalan langsung dari LSM APM.

Pembongkaran portal tersebut disambut antusias oleh warga sekitar. Selama ini, penutupan akses dinilai menghambat mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi harian, terutama bagi warga yang menggantungkan hidup dari kelancaran arus transportasi di kawasan itu.

Ketua Umum LSM APM, Adi Susanto, SE, menegaskan bahwa pembukaan portal merupakan hasil perjuangan kolektif masyarakat yang disampaikan secara damai dan konstitusional.

“Alhamdulillah hari ini portal resmi dibuka. Ini bukti bahwa aspirasi masyarakat didengar. Kami tetap mengimbau warga agar menggunakan perlintasan dengan tertib dan mengutamakan keselamatan,” ujarnya di lokasi pembongkaran.

Lurah setempat yang turut hadir menjelaskan bahwa pembukaan portal telah melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan unsur perkeretaapian dan pemerintah daerah, sehingga keputusan yang diambil tidak mengabaikan aspek keselamatan.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Prabumulih menegaskan bahwa pembukaan akses dilakukan dengan sejumlah ketentuan ketat.

“Kami membuka akses ini dengan pengawasan. Masyarakat diminta disiplin, mematuhi rambu, dan memastikan kondisi aman sebelum melintas,” jelasnya.

Sebelumnya, polemik portal di Patih Galung sempat menjadi perhatian luas. Proses pembahasan melibatkan PT Kereta Api Indonesia, DPRD Kota Prabumulih, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan guna mencari solusi terbaik antara kelancaran aktivitas warga dan keselamatan perjalanan kereta api.

Dengan dibukanya kembali portal tersebut, masyarakat berharap aktivitas sehari-hari dapat kembali normal tanpa mengesampingkan faktor keselamatan di perlintasan sebidang. LSM APM pun menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan di lapangan agar kebijakan ini berjalan baik dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. (ril)