PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Kinerja produksi migas Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Field Prabumulih menunjukkan tren positif di awal 2026. Di tengah momentum Bulan Suci Ramadan, capaian produksi tetap terjaga bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
Berdasarkan data Summary of Today (SOT), total produksi gas tercatat 119,0478 MMSCFD, melampaui sasaran 110,5400 MMSCFD. Sementara realisasi Year to Date (YTD) berada di angka 107,6966 MMSCFD.
Untuk produksi minyak YTD Field PBM 2026, tercatat sebesar 10.205 BOPD atau 101,95 persen dari target 10.009 BOPD. Artinya, produksi minyak berhasil melampaui target yang ditetapkan perusahaan.
Senior Manager PHR Zona 4 Field Prabumulih, M Lutfhi Ferdiansyah, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil komitmen dan kerja keras seluruh tim di lapangan yang tetap menjaga performa operasional selama Ramadan.
“Alhamdulillah, di Bulan Ramadhan ini kerja tetap optimal. Kami terus berupaya mempertahankan bahkan meningkatkan produksi migas dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja dan keandalan fasilitas,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan operasional di lapangan tetap ada, mulai dari faktor teknis hingga kondisi alam. Namun melalui koordinasi intensif, perawatan sumur dan fasilitas produksi yang terjadwal, serta monitoring harian yang ketat, target produksi dapat dijaga sesuai rencana kerja.
Lutfhi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas fungsi dalam menjaga stabilitas produksi, baik dari sisi operasi, engineering, hingga HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).
“Kami memastikan seluruh aktivitas berjalan aman, andal, dan efisien. Ramadan bukan menjadi penghalang untuk tetap produktif, justru menjadi momentum meningkatkan disiplin dan integritas kerja,” tambahnya.
Capaian ini sekaligus mempertegas peran strategis PHR Zona 4 Field Prabumulih dalam mendukung ketahanan energi nasional. Dengan realisasi produksi yang melampaui target, diharapkan kontribusi terhadap lifting nasional dapat terus terjaga sepanjang 2026.
Manajemen pun optimistis tren positif ini dapat dipertahankan melalui program optimasi produksi, workover sumur, serta penerapan teknologi yang mendukung peningkatan performa lapangan migas di wilayah Prabumulih. (rin)







