Proyek Jembatan Muara Dua Telan Anggaran Rp 1,3 Miliar Sempat Viral, Ternyata Ini Rinciannya

Ada Narasi Sebut Nama Orang Nomor Satu di Kota Nanas, Ini Penjelasannya

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Proyek pembangunan jembatan yang berlokasi di Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, sempat menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.

Sejumlah narasi bahkan menyebut proyek tersebut sebagai ada keterkaitnya sama orang nomor satu di Kota Nanas dalam konteks anggaran. Namun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Prabumulih meluruskan informasi tersebut.

Melalui narasumber terpercaya di lingkungan Dinas PUPR Prabumulih, dijelaskan bahwa proyek jembatan tersebut bukanlah satu-satunya atau proyek tunggal, melainkan bagian dari paket pekerjaan infrastruktur dalam kota tahun anggaran 2025.

“Nilai proyek sebesar Rp1.390.050.000,- itu bukan hanya satu jembatan, tetapi enam titik pekerjaan tersebar di wilayah Kota Prabumulih,” jelas sumber tersebut kepada FAJARSUMSEL.COM, Rabu, 10 Juli 2025.

Berikut rincian dari tujuh titik proyek yang masuk dalam paket pembangunan infrastruktur tersebut;

1. Jembatan penghubung Muara Dua – Amwat, panjang 6 meter dan lebar 4 meter

2. Box Culvert Jalan Satria, panjang 8 meter

3. Box Culvert Jalan Amwat (dekat pemakaman), panjang 4 meter

4. Box Culvert Jalan Kemala, panjang 6,5 meter

5. Bronjong di Jembatan Kuning, panjang 50 meter

6. Rehabilitasi oprit jembatan dekat MAN di Jalan Angkatan 45

Menurut Dinas PUPR, seluruh pengerjaan tersebut bertujuan meningkatkan konektivitas dan keamanan infrastruktur dalam kota, khususnya dalam mengantisipasi musim penghujan serta akses antar wilayah lebih efisien.

“Penting masyarakat tahu bahwa pekerjaan ini terintegrasi. Jadi bukan hanya satu jembatan saja dikerjakan anggaran tersebut, melainkan satu paket strategis,” imbuhnya.

Dinas PUPR juga menekankan bahwa pelaksanaan proyek dilakukan sesuai prosedur dan pengawasan ketat, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun anggaran.

Penjelasan ini, diharapkan masyarakat tidak salah memahami konteks proyek dan dapat terus mendukung pembangunan infrastruktur di Kota Prabumulih secara konstruktif. (rin)