PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Tak semua pihak rupanya menyambut positif langkah Wali Kota Prabumulih, H Arlan, dalam mendorong pembangunan berbasis gotong royong di tengah masyarakat. Sejumlah isu miring pun beredar, menyebut kegiatan tersebut sarat kepentingan dan bahkan dituding dikerjakan terlebih dahulu lalu ditagihkan dengan mengatasnamakan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Wako Prabumulih yang akrab disapa Cak Arlan itu angkat bicara dan meluruskan informasi yang dinilai tidak benar dan tidak berdasar.
Menurutnya, kegiatan perbaikan gorong-gorong di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tebing Tanah Putih, Kecamatan Prabumulih Barat murni dilakukan secara gotong royong, melibatkan masyarakat sekitar tanpa adanya praktik seperti yang dituduhkan.

“Tidak benar kalau dikerjakan dulu baru ditagihkan. Itu murni gotong royong, bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan,” tegas Cak Arlan.
Ia menjelaskan, perbaikan gorong-gorong tersebut merupakan respon cepat atas keluhan masyarakat. Pasalnya, kondisi gorong-gorong yang rusak dan tersumbat kerap menyebabkan banjir saat hujan turun. Selain itu, kondisi tersebut juga membahayakan pengguna jalan dan bahkan telah menimbulkan kecelakaan.
“Sudah sering banjir di lokasi itu, dan cukup membahayakan. Bahkan sudah ada korban kecelakaan. Jadi kita bergerak cepat bersama masyarakat untuk memperbaikinya,” ujarnya.
Cak Arlan menambahkan, semangat gotong royong merupakan budaya yang harus terus dijaga dan dihidupkan kembali. Melalui kebersamaan, berbagai persoalan di tengah masyarakat bisa diselesaikan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.

Ditegaskannya, sudah banyak perbaikan infrastruktur di Kota Prabumulih yang dilakukan secara gotong royong tanpa harus mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), semata-mata demi kemaslahatan masyarakat Kota Nanas tersebut.
“Kerja keras kita dalam membangun Prabumulih melalui semangat gotong royong sudah mulai dirasakan langsung oleh masyarakat,” bebernya.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan berbagai perbaikan yang telah dilakukan. Dengan kebersamaan, proses pembangunan dinilai lebih cepat, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan warga di lapangan.
“Kalau kita kompak dan saling peduli, tidak semua harus menunggu anggaran. Yang penting manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, narasumber awak media di lingkungan Dinas PUPR Prabumulih menyebutkan, tidak ada kegiatan atau proyek perbaikan gorong-gorong di Jalan Sudirman yang dianggarkan pada tahun ini.
“Dari informasi yang kami terima dan sudah kami cek, kegiatan tersebut memang tidak masuk dalam anggaran. Itu murni dilakukan Pak Wako melalui gotong royong sebagai bentuk respon cepat dan kepedulian terhadap masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Menurutnya, penyebaran isu tanpa dasar hanya akan menimbulkan kesalahpahaman dan menghambat semangat kebersamaan.
“Kita harap masyarakat bisa bijak menyikapi informasi. Jangan mudah terprovokasi oleh isu yang tidak jelas kebenarannya,” tutupnya.
Perbaikan gorong-gorong tersebut kini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan di kawasan Tebing Tanah Putih. Pemerintah Kota Prabumulih bersama masyarakat pun berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan melalui semangat gotong royong. (rin)







