TINJAU : Cak Arlan dan Bang Franky beberapa waktu lalu meninjau TPA Sungai Medang dalam rangka komitmen pengelolaan sampah dan jaga kebersihan Prabumulih. Foto : Rian/FAJARSUMSEL.COM
PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Dibawah kepemimpinan Cak Arlan dan Bang Franky, sebagai Wako dan Wawako Prabumulih masalah sampah dan kebersihan menjadi perhatian serius keduanya.
Tidak hanya di hilir saja di TPA Sungai Medang dilakukan perbaikan, tetapi juga di hulu kini pengelolaan sampah lebih dioptimalkan.
Wako Prabumulih, H Arlan atau disapa akrab Cak Arlan mengungkapkan, masalah sampah ini memang terus menjadi keluhan masyarakat. Makanya, dirinya bersama Bang Franky memberikan solusi agar sampah di Prabumulih bisa terkelola secara baik dan kebersihan Prabumulih terjaga.

“TPA Sungai Medang, sebagai pembuangan akhir sampah kita lakukan perbaikan. Tidak hanya jalan, tetapi sampah telah menumpuk. Kita gali dan timbun,” bebernya.
Bukan hanya itu saja, menurutnya tempat rawan sampah kini mobil sampah standbye guna melakukan pengangkutan sampah ke TPA Sungai. “Agar pengangkutan sampah dilakukan secara simultan, tidak menunggu lagi sehingga tidak dibiarkan menumpuk,” beber suami Hj Linda.

Bersama Bang Franky, ke depannya berupaya mencari lokasi baru guna TPA guna memaksimalkan pengolahan sampah di Prabumulih. Selain itu, telah menjajaki kerja sama bersama sejumlah pihak ketiga guna pengolahan sampah di Kota Nanas ini.
“Masalah sampah ini, ke depan akan kita kelola secara maksimal dan optimal. Guna mewujudkan Prabumulih bersih, mengurangi sampah di Kota Nanas ini,” tukas Politik Gerindra ini.
DPRD Prabumulih Apresiasi Pemkot, Kelola Sampah Secara Baik Jaga Kebersihan Kota, Siap Dukung Anggaran
KETUA DPRD Prabumulih, H Deni Victoria SH MSi mengungkapkan, telah melihat upaya Pemkot Prabumulih di kepimpinan Cak Arlan dan Bang Franky mengelola sampah di Prabumulih secara baik dan juga upaya menjaga kebersihan Bumi Seinggok Sepemuyian ini.
Belum lama ini, kata dia, jajaran DPRD Prabumulih telah dilibatkan secara langsung meninjau lokasi TPA Sungai Medang telah over kapasitas.
Bukan hanya itu saja, ucap DV, Cak Arlan dan Bang Franky rela menurunkan alat berat dan memasok material guna perbaikan jalan TPA Sungai Medang rusak ketika diguyur hujan. Selain itu, membantu pengerukan sampah guna sampah telah menggunung dimasukkan dan ditimbun.

“Kita telah melihat upaya Pemkot Prabumulih dilakukan Cak Arlan dan Bang Franky, dalam upaya penangan sampah dan menjaga kebersihan Prabumulih. Hal itu patut kita apresiasi dan dukung penuh,” ujar DV, sapaan akrabnya.
Belum lagi, akunya pengangkutan sampah di titik-titik rawan dilakukan secara simultan menempatkan truk-truk sampah, agar tidak lama menumpuk hingga menggunung. Selain itu, di belakang Taman PJ tadinya tempat sampah ilegal sudah bersih. Belum lagi, di belakang Pindang Pondok Bambu dan Jalan Lingkar sejauh ini terus dibersihkan meski masih ada saja masyarakat kurang sadar tetap membuang sampah di lokasi tersebut.
“Kita dorong agar Camat, Lurah hingga Kades berperan aktif mendukung pengolahan sampah dilakukan Cak Arlan dan Bang Franky secara masive ini. Kita ingatkan, agar mereka terus menjaga kebersihan di lingkungannya dan memberikan sosialisasi agar masyarakat tidak buang sampah sembarangan. Termasuk di Sungai sebagai lokasi pembuangan sampah, karena bisa menyebabkan banjir. Hal itu, telah terjadi dan masyarakat sendiri merugi dan merasakan dampaknya,” bebernya.

Bentuk komitmen terhadap program penanganan sampah dan menjaga kebersihan Prabumulih dicanangkan Cak Arlan dan Bang Franky, sebutnya DPRD Prabumulih siap mendukung anggaran. “Khususnya, guna pembuatan TPA baru. Buat pabrik pengolahan sampah, guna mengurangi sampah di Kota Migas ini. Pemkot Prabumulih melalui Dinas terkait sebaiknya mengusulkan ke DPRD Prabumulih guna dibahas dan nantinya disetujui,” tandas suami Hj Leni Kartika SH MSi.
Disperkim Prabumulih Optimalkan Pengangkutan Sampah, Kurangi Sampah Menumpuk di TPS
DISPERKIM Prabumulih sebagai OPD terkait, telah berupaya meningkatkan penanganan sampah mulai dari sumber-sumbernya hingg pengangkutan dan masuk TPA Sungai Medang.
Kepala Disperkim Prabumulih, Maiduty Fitriansyah ST MT mengungkapkan, melalui Camat. Kemudian, Lurah/Kades hingga RT/RW mengajak masyarakat lebih perduli sampah dihasilkan.
“Membuang sampah ke tempatnya atau berlangganan pengangkutan sampah. Tidak membuang sampah sembarangan. Kelurahan/Desa hingga RT/RW menyediakan tempt pembuangan sampah sementara/TPS. Disperkim Prabumulih akan menempatkan kontainer sebagai penampungan sementara dan penanda titik pengumpulan sampah,” ucap Maiduty, sapaan akrabnya.

Kata dia, pada titik-titik tertentu volume sampah cukup tinggi perkim menyiagakan mobil truk dan personil pada jam-jam ditentukan agar sampah tidak terlalu menumpuk. Mendorong/mengedukasi masyarakat agar memilah serta mengolah sampah dirumah, sampah dapur/organik dijadikan kompos, plastik/kardus/kaleng dikumpulkan/dijual dan menjadi nasabah bank sampah, sisanya baru dibuang ke TPS/TPA.
“Kelurahan/Desa hingga RT/RW bersama Disperkim/DLH Prabumulih bersama-sama mengaktifkan KPP TPS3R, guna mengurangi sampah dibuang ke TPA,” rincinya.
Selain itu, jelasnya melibatkan pihak-pihak perduli lingkungan (LSM lingkungan/Prabumagot, KPA, Mapala, dan lainnya) ikut terlibat mengedukasi dalam mengatasi permasalahan sampah ini.
“Pengangkutan sampah, kini telah dioptimalkan menyiagakan mobil sampah di titik-titik rawan sampah. Tidak menunggu menumpuk lagi, baru diangkat,” sebutnya.
Ditambahkannya, perbaikan jalan akses TPA Sungai Medang. Lalu, peremajaan dan penambahan sarana angkutan sampah (2024 4 unit dumptruk), ABT 2025 rencana akan dianggarkan pembelian alat berat backkoloder dan penambahan dumptruk.
“Pemeliharaan sarana ada. Mendata dan merangkul serta menata ulang pengangkutan sampah swasta, agar lebih baik dalam penanganan sampah rumah tangga,” bebernya.
Tidak hanya itu, pengolahan sampah di TPA Sungai Medang, lewat penataan penanganan sampah di TPA Sungai Medang agar lebih optimal dan tidak mencemari lingkungan.

“Pemeliharaan rutin dan berkala sarana (alat-alat berat) pengolahan sampah di TPA Sungai Medang. Pemeliharaan prasarana TPA (drainase, kolam lindi, perkantoran & jalan masuk). Penambahan sarana dan prasarana pengolahan sampah di TPA (jangka menengah/panjang),” tegasnya.
Kemudian, menambah alat pemusnah/pengolah sampah residu. Menambah/optimalisasi lahan ntk prasarana pengolahan sampah lebih modern. Regulasi dan aturan serta organisasi.
“Pembaruan Perda terkait kebersihan/persampahan. Penataan ulang instansi terkait persampahan (Disperkim-DLH),” terangnya.
DLH Prabumulih Gandeng Komunitas Peduli Lingkungan, Kelola Sampah dan Kurangi Masuk TPA
DLH Prabumulih terus ikut terlibat dalam pengolahan sampah dan menjaga kebersihan Prabumulih. Salah satunya, menjaga keindahan Kota Nanas melalui penataan tanaman.
Bukan hanya itu saja, soal sampah DLH Prabumulih mengandeng komunitas peduli lingkungan. Seperti BSP, PrabuMagot, dan lainnya dalam rangka optimalisasi pengolahan sampah dan mengurangi sampah masuk TPA Sungai.
“Selain melakukan sosialisasi dan edukasi, pentingnya pengolahan sampah kepada masyarakat. Peranan komunitas peduli sampah, mengurangi volume sampah masuk ke TPA Sungai Medang sangat efektif,” bebernya.
Lanjutnya, pemanfaatan kembali TPS3R ada 12 unit sejumlah kelurahan/desa dalam rangka pengolahan sampah. Sehingga, bisa mengurangi sampah masuk ke TPA Sungai Medang saat ini sudah over kapasitas.
“Kita dorong bersama kelurahan/desa, mengajak masyarakat mengaktifkan kembali TPS3R ada di lingkungannya. Jadi sampah organik dan anorganik bisa terkelola secara baik, tidak perlu lagi masuk ke TPA Sungai Medang,” sebutnya.
Kecamatan Prabumulih Timur, Giatkan Gotong Royong dan Edukasi Masyarakat
MENDUKUNG Program pengolahan sampah dan menjaga kebersihan kota, Kecamatan Prabumulih Timur mengalakkan gotong royong di kecamatannya.
“Kita giatkan gotong royong, khususnya di lokasi banyak dan rawan sampah secara rutin, melibatkan Lurah hingga RT/RW dan masyarakat membersihkan sampah guna mengurangi penumpukan,” ujar Camat Prabumulih Timur, Joni Panhar ST MM.
Ungkapnya, terus mengimbau dan melakukan edukasi kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Karena, akan mengundang bau dan juga merusak keindahan kota. Kita pasang imbauan berupa banner, larangan membuang sampah tidak pada tempatnya,” tukasnya.
Kemudian, berkordinasi bersama Dinas terkait. Akunya, dalam pengolahan sampah di wilayah Kecamatan Prabumulih Timur. “Jika ada TPS ilegal dan sampah dibiarkan menumpuk lama,” akunya. (rin)







