PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Komitmen Wako Prabumulih H Arlan bersama Wawako Franky Nasril SKom MM untuk memfungsikan kembali Jalan Prof M Yamin, tepatnya di kawasan belakang Pasar Prabumulih, mulai terealisasi. Janji pengecoran dan pengaspalan jalan tersebut kini disambut antusias oleh warga.
Pantauan awak media, Senin, (7/12/2025), proses pengerjaan jalan terus berlangsung. Meski belum rampung 100 persen, jalan tersebut sudah mulai digunakan warga untuk melintas karena kondisinya jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
Wako Prabumulih, H Arlan, menegaskan perbaikan jalan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjawab keluhan masyarakat serta memperlancar aktivitas ekonomi warga.
“Alhamdulillah, perbaikan Jalan Prof M Yamin belakang pasar sudah mulai kita realisasikan. Ini adalah bentuk komitmen kami bersama Bang Franky untuk memberikan infrastruktur yang layak bagi masyarakat. Mohon bersabar karena pengerjaan masih berlangsung dan akan kita tuntaskan,” ujar Cak Arlan.
Ia juga menambahkan, selain pengecoran dan pengaspalan, pihaknya turut melakukan perbaikan sistem drainase agar jalan lebih awet dan tidak mudah rusak.
“Tidak hanya jalannya, drainase juga kita benahi agar ke depan tidak ada lagi genangan yang merusak konstruksi. Harapannya, jalan ini benar-benar nyaman dan aman digunakan warga,” tambahnya.
Faisal, salah satu warga sekitar, mengaku bersyukur atas realisasi pembangunan yang dilakukan di Kota Nanas.
“Terima kasih Cak Arlan dan Bang Franky. Janji sudah ditunaikan dan ditepati. Kami warga jelas senang, sekarang jalan sudah dicor dan kembali mulus,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Adi, warga lainnya. Meski pengerjaan belum sepenuhnya selesai, ia mengaku puas dengan hasil sementara yang sudah dirasakan.
“Informasinya bukan hanya dicor, jalan ini juga akan diaspal. Selain itu, drainase juga diperbaiki. Kami tentu sangat senang, karena jalan ini kembali bisa difungsikan dan sekarang jauh lebih nyaman dilalui,” tukasnya.
Perbaikan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran aktivitas warga, khususnya di kawasan belakang pasar yang menjadi salah satu jalur vital pergerakan masyarakat dan roda perekonomian. (rin)







