Ini Target Produksi Migas PEP Field Adera di 2026, Terus Gali Potensi Dukung Ketahanan Energi Nasional

PENDOPO, FAJARSUMSEL.COM – Pertamina EP (PEP) Field Adera terus menunjukkan kinerja impresif dalam mendukung ketahanan energi nasional. Sepanjang 2025, Field Adera berhasil mendongkrak produksi minyak dan gas bumi (migas) secara signifikan, bahkan siap ‘take off’ menghadapi tantangan produksi oil and gas pada 2026.

Capaian positif tersebut langsung ditunjukkan di awal tahun 2026. Pada 6 Januari 2026, produksi minyak Field Adera tercatat mencapai 4.231 barel minyak per hari (BOPD), melampaui target Januari sebesar 3.892 BOPD atau setara 102,4 persen year to date (YtD).

Sementara itu, produksi gas menembus 26,71 MMSCFD, jauh di atas target 16,71 MMSCFD, atau 152,5 persen YtD.

Keberhasilan ini tak lepas dari kontribusi sumur-sumur baru yang dibor sepanjang 2025. Tercatat, sebanyak 16 sumur telah berhasil dibor dan memberikan tambahan produksi yang signifikan. Dibandingkan capaian produksi akhir 2024, Field Adera mencatatkan incremental produksi sebesar 33,58 persen pada akhir 2025.

Inovasi Batch Drilling Dongkrak Produksi

Salah satu faktor kunci peningkatan produksi tersebut adalah penerapan teknologi Batch Drilling. Metode inovatif ini telah diterapkan pada lima sumur cluster di Area Benuang, yakni BNG-069, BNG-070, BNG-071, BNG-072, dan BNG-073.

Field Manager Pertamina EP Field Adera, Adam Syukron Nasution, menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim lapangan yang berfokus pada efisiensi, keselamatan kerja, serta optimalisasi potensi reservoir.

“Keberhasilan pengeboran dan peningkatan produksi ini merupakan buah dari sinergi tim serta penerapan teknologi yang tepat. Batch Drilling yang diterapkan pada Blok D terbukti mampu mempercepat waktu pengeboran sekaligus meningkatkan efisiensi biaya, sehingga sumur-sumur baru bisa lebih cepat berproduksi,” ujar Adam.

Dari seluruh sumur hasil program Batch Drilling di Struktur Benuang, sumur BNG-069 menjadi salah satu yang paling menonjol. Sumur ini mencatatkan produksi awal 802 BOPD minyak dan 3,97 MMSCFD gas, jauh melampaui target awal yang ditetapkan.

Kontribusi signifikan juga datang dari:

  • BNG-073 dengan produksi 487 BOPD minyak dan 1,63 MMSCFD gas,
  • BNG-072 menghasilkan 495 BOPD minyak dan 0,301 MMSCFD gas,
  • BNG-071 mencatatkan 33 BOPD minyak dengan produksi gas yang cukup signifikan, yakni 2,4 MMSCFD.

Produksi minyak dengan low water cut di bawah 15 persen ini menegaskan kualitas reservoir yang sangat baik serta membuka peluang pengembangan lanjutan di wilayah tersebut.

Peluang Pengembangan Sumur Baru

Adam Syukron Nasution menjelaskan, penerapan Batch Drilling menjadi salah satu kunci keberhasilan Field Adera dalam mempercepat peningkatan produksi migas.

“Ke depan, teknologi ini akan terus kami optimalkan dan berpotensi direplikasi pada struktur lain. Dengan karakteristik reservoir multilayer di Area North West Benuang, masih terbuka peluang pengembangan tiga hingga lima sumur tambahan,” jelasnya.

Menurut Adam, temuan minyak ringan dan gas yang relatif mudah diproses memberikan ruang optimalisasi produksi secara berkelanjutan, sekaligus mendukung target nasional produksi migas 1 juta barel minyak per hari.

Berkat kontribusi sumur-sumur baru tersebut, kinerja Benuang Cluster pada Oktober 2025 mencapai 2.849 BOPD, melonjak 222 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan, produksi gas Field Adera mencatatkan rekor tertinggi sejak 1983.

Velocity String, Teknologi Baru di Zona 4

Selain Batch Drilling, Field Adera juga menerapkan inovasi kedua berupa teknologi Velocity String. Teknologi ini merupakan ground breaking technology di Zona 4 yang pertama kali diterapkan di sumur BNG-68.

Velocity String memberikan kemudahan dan fleksibilitas produksi, karena memungkinkan dua lapisan reservoir diproduksikan secara terpisah dalam satu string, namun dengan aliran flowline yang terpisah. Hal ini menghasilkan data produksi yang lebih konklusif dan fokus pada performa masing-masing lapisan.

Saat ini, teknologi tersebut diterapkan pada dua lapisan, yakni Formasi Talang Akar N2 dan L1, yang terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan optimalisasi produksi sumur.

Komitmen Sosial dan Lingkungan

Tak hanya berfokus pada kinerja operasional, Pertamina EP Field Adera juga konsisten menjalankan program Pengembangan Masyarakat dan Lingkungan (PML). Salah satunya melalui sosialisasi Program Kampung Iklim (ProKlim) sebagai upaya konkret menghadapi perubahan iklim di wilayah Kabupaten PALI.

Program unggulan lainnya, seperti Program Permata di Desa Pengabuan, diarahkan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Di sektor ketahanan pangan, Field Adera turut memberikan edukasi dan pendampingan kepada petani dalam pengembangan pertanian padi organik, termasuk perluasan lahan budidaya yang ramah lingkungan.

Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Dengan capaian produksi yang melampaui target, inovasi teknologi yang berkelanjutan, serta komitmen sosial dan lingkungan, Pertamina EP Field Adera semakin menegaskan perannya sebagai salah satu tulang punggung sektor hulu migas nasional.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan operasi yang selamat, andal, dan ramah lingkungan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional dan masyarakat di sekitar wilayah operasi,” tutup Adam Syukron Nasution. (rin)

error: Content is protected !!