PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Tak sekadar bertani, Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemuning di Prabumulih kini menjadi motor penggerak ekonomi berbasis pertanian organik dan produk herbal.
Di bawah binaan PT Pertamina EP (PEP) Field Prabumulih, kelompok ini sukses mengolah potensi lokal menjadi peluang menguntungkan, termasuk menjadikan nanas, ikon Prabumulih, sebagai bahan olahan bernilai ekonomi tinggi.

Didirikan sejak 2019, digawangi Pokja III TP PKK Prabumulih, KWT Kemuning awalnya terbentuk karena kepedulian terhadap banyaknya lahan tidur belum termanfaatkan. Kelompok beranggotakan 30 orang perempuan ini dipimpin Tri Ningsih.
“Dulu kami hanya sekadar menanam, belum tahu cara bertani organik. Baru setelah dibina PEP Field Prabumulih, kami belajar pupuk organik dan pengolahan hasil panen,” kenang Tri, sapaan akrabnya, Kamis, 16 Oktober 2025.

Melalui program CSR PEP Field Prabumulih, para anggota KWT dilatih membuat pupuk organik sendiri. Hasilnya luar biasa, panen meningkat pesat, biaya berkurang, dan lahan menjadi lebih subur.
“Setelah rutin pakai pupuk organik, hasilnya berlipat. Sekarang kami fokus mengembangkan tanaman obat keluarga (TOGA) dan produk turunannya. Karena, punya manfaat dan menghasilkan cuan dari produk dihasilkan,” jelas Tri.
Beragam TOGA dibudidayakan KWT Kemuning, antara lain jahe, kunyit, temulawak, kencur, lengkuas, dan tanaman herbal lainnya. Selain itu, mereka juga menanam berbagai sayur organik seperti cabai, tomat kecil, terong, bawang, jagung, dan bayam Brazil.

“Semua kami tanam di lahan sekitar sekretariat dan pekarangan anggota. Hasilnya tidak hanya buat dijual, tapi juga dipergunakan memenuhi kebutuhan rumah tangga,” tambah Tri.
Kini, KWT Kemuning memproduksi beragam produk unggulan seperti minuman herbal ber-PIRT, kerupuk bawang dayak, keripik jagung, serta kerupuk nanas, sejalan bersama program pemberdayaan Pemkot dan PEP Field Prabumulih.

“Kerupuk nanas jadi andalan kami, karena sesuai ikon Prabumulih. Selain itu, kami juga sedang kembangkan puding dan mie herbal dari bawang dayak,” ujarnya.
Tri mengakui, perjalanan KWT tak selalu mulus. Namun, setiap tantangan justru menjadi motivasi.
“Tantangan kami jadikan penyemangat. Terpenting kompak dan saling mendukung. Kami ingin masyarakat sekitar ikut mandiri, bisa hasilkan sesuatu dari rumah,” ujarnya.
Kini KWT Kemuning memiliki galeri produk di sekretariat dan gerai di Pasar Tradisional Modern (PTM) guna memasarkan hasil olahan. Kelompok ini juga kerap ikut pameran dan festival rempah tingkat provinsi.
Di balik sederet produk herbal dan olahan nanas, KWT Kemuning menanam lebih dari sekadar hasil tani, mereka menanam harapan, kebersamaan, dan kemandirian perempuan Prabumulih.
“Bagi kami, bertani bukan hanya soal hasil, tapi cara membangun masa depan sehat dan sejahtera,” tutup Tri penuh semangat.
Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Prabumulih, Alfian SP, mengapresiasi keberhasilan KWT Kemuning dinilainya menjadi teladan bagi kelompok lain.

“Terima kasih atas dukungan PEP Field Prabumulih. KWT Kemuning telah berhasil mengembangkan pertanian organik dan produk herbal, bahkan memanfaatkan ikon Kota Nanas dalam inovasinya,” ujarnya.
Menurut Alfian, keberhasilan ini merupakan bentuk sinergitas antara Pemkot Prabumulih melalui Dinas Pertanian dan PEP Field Prabumulih dalam memajukan sektor pertanian.
“Semoga keberhasilan KWT Kemuning bisa ditiru KWT lain di Prabumulih,” harapnya.
Sementara itu, Hengki, Community Development Officer (CDO) PEP Field Prabumulih, menegaskan komitmen Pertamina mendukung kemandirian masyarakat.
“KWT Kemuning adalah contoh nyata kolaborasi berdampak. Mereka membantu mewujudkan pertanian organik berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Selain itu, kolaborasi ini mampu mendukung PEP Field Prabumulih mendapatkan, proper emas atau gold dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sebagai penghargaan atas kepedulian terhadap lingkungan. “Kolaborasi ini, jelas menguntungkan kedua belah pihak. Program ini akan terus dilanjutkan, salah satu program Corporate Sosial Responsibility (CSR) melalui pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya. (rin)







