FKP PKM Prabumulih Timur Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Dorong Peningkatan Layanan dan Kesadaran Imunisasi

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Forum Komunikasi Publik (FKP) yang digelar pada Rabu, 1 April 2026 di Aula Puskesmas (PKM) Prabumulih Timur menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesadaran kesehatan masyarakat.

Kepala PKM Prabumulih Timur, Ns. Romauli Tumanggor, S.Kep., menyampaikan bahwa kegiatan FKP ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi antar pemangku kepentingan, serta mempererat koordinasi dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

“FKP ini menjadi ruang bersama untuk saling berkomunikasi, berkoordinasi, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor demi pelayanan yang lebih baik,” ujarnya.

Selain sebagai wadah komunikasi, kegiatan ini juga menjadi salah satu indikator penilaian dari Ombudsman terkait kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat.

Dalam forum tersebut, dr. Eltari Prismasari memaparkan mutu layanan kesehatan di PKM Prabumulih Timur. Ia menjelaskan, pelayanan kesehatan diberikan setiap Senin hingga Sabtu mulai pukul 08.00 WIB hingga 13.30 WIB, sementara layanan UGD tersedia selama 24 jam.

PKM Prabumulih Timur menyediakan berbagai jenis layanan kesehatan, baik pelayanan dalam gedung maupun luar gedung guna menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Pelayanan yang tersedia di antaranya pelayanan kesehatan ibu dan anak, persalinan kondisi ringan, pemeriksaan jemaah haji, serta berbagai layanan lainnya,” jelasnya.

Selain itu, PKM Prabumulih Timur juga memiliki layanan laboratorium kesehatan masyarakat dan laboratorium lingkungan, serta aktif melaksanakan kegiatan promosi kesehatan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat.

Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan, PKM Prabumulih Timur membagi pelayanan ke dalam lima klaster, yakni klaster anak dan remaja, dewasa dan lanjut usia, ibu dan anak, penyakit menular, serta lintas klaster.

Sementara itu, dr. Rostika menjelaskan bahwa saat ini PKM Prabumulih Timur secara rutin melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), meski realisasinya masih belum optimal.

“Melalui kegiatan FKP ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan CKG semakin meningkat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya terus menggencarkan sosialisasi bahaya merokok serta edukasi kesehatan lainnya kepada masyarakat.

Selain itu, dr. Rostika memaparkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) PKM Prabumulih Timur periode Januari hingga akhir Maret 2026 dengan nilai 80,87 persen yang masuk dalam kategori baik.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam penilaian tindak lanjut pengaduan masyarakat yang masih relatif rendah.

“Kritik dan saran dari masyarakat merupakan bagian penting dari feedback untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan melalui berbagai kanal, seperti WhatsApp, email, maupun media sosial lainnya.

“Kami berupaya memberikan penyelesaian terhadap setiap permasalahan yang dilaporkan masyarakat,” tegasnya.
Oleh karena itu, berbagai masukan yang dihimpun melalui FKP ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan nilai SKM sekaligus mutu pelayanan di PKM Prabumulih Timur.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penyakit campak saat ini kembali menjadi perhatian karena penyebarannya yang sangat cepat. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan menular melalui percikan air liur.

“Gejala awal biasanya demam tinggi, kemudian muncul ruam pada tubuh. Penularannya sangat cepat, sehingga perlu diwaspadai bersama,” tegasnya.

Terkait penanganan, pengobatan campak bersifat simptomatik atau meredakan gejala, dan pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya seiring meningkatnya daya tahan tubuh penderita.

Namun, dalam beberapa kasus, campak dapat menimbulkan komplikasi serius hingga menyebabkan kematian. Bahkan, telah ditemukan kasus meninggal dunia akibat komplikasi penyakit tersebut.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi. Bagi yang belum mendapatkan imunisasi campak, dapat diberikan vaksinasi booster.

Imunisasi campak dilaksanakan secara rutin setiap hari Kamis di PKM Prabumulih Timur maupun melalui layanan Posyandu.

“Tanpa terkecuali, seluruh anak di bawah usia lima tahun wajib mendapatkan imunisasi guna memutus mata rantai penularan campak,” tegasnya.

Diketahui, wilayah kerja PKM Prabumulih Timur merupakan daerah dengan jumlah kasus campak tertinggi kedua di Kota Prabumulih.

Melalui kegiatan FKP ini, diharapkan dapat menjadi sarana sosialisasi program kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi dan pencegahan penyakit.
FKP ini juga diharapkan menjadi wadah efektif untuk menampung masukan, saran, serta kritik yang konstruktif demi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di masa mendatang. (rin)

error: Content is protected !!