Disdikbud Prabumulih Larang Sementara Study Tour Sekolah, LSM APM Soroti Biaya dan Manfaat

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Rencana salah satu sekolah di Kota Nanas menggelar studi banding ke Pulau Jawa menuai sorotan publik. Pihak sekolah bahkan telah melakukan promosi mengajak siswa-siswinya ikut dalam kegiatan tersebut.

LSM Aliansi Peduli Masyarakat (APM) menilai, studi banding digelar hampir setiap tahun seolah menjadi proyek sekolah semata. Biaya yang besar dinilai membebani orang tua murid, sementara manfaatnya dianggap tidak sebanding.

“Kami tidak melarang kegiatan positif untuk anak-anak, tetapi jangan sampai dijadikan ajang proyek tahunan. Biaya yang besar jelas membebani orang tua, sementara manfaatnya kurang terasa,” tegas Pjs Ketua LSM APM, Abi Rahmat Rizki.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Prabumulih bersikap tegas. Plt Kadisdikbud Prabumulih, A Darmadi SPd MSi, mengimbau seluruh sekolah agar menunda pelaksanaan studi banding atau study tour keluar daerah.

“Kepada Bapak Ibu Kepala Sekolah dan guru, sementara waktu tidak usah mengajak anak-anak mengikuti study tour keluar daerah,” ujar Darmadi ketika dikonfirmasi awak media, belum lama ini.

Darmadi menambahkan, keputusan ini diambil guna mengurangi beban finansial orang tua siswa. Ia meminta sekolah lebih memaksimalkan kegiatan pembelajaran di dalam sekolah maupun lingkungan sekitar.

“Kami harap sekolah fokus pada peningkatan mutu pendidikan dan kegiatan edukatif yang manfaatnya bisa langsung dirasakan siswa tanpa biaya besar,” pungkasnya. (rin)

error: Content is protected !!