PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait penundaan pelayanan kesehatan di RS AR Bunda Prabumulih yang sempat viral, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel bersama Dinkes Kota Prabumulih melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah sakit tersebut, Jumat, 8 Agustus 2025.
Sayangnya, kegiatan sidak tersebut berlangsung tertutup. Wartawan hendak melakukan peliputan di lapangan dilarang masuk oknum sekuriti dan Humas RS AR Bunda Prabumulih.
“Belum bisa, rapatnya internal dilakukan secara tertutup. Tunggu dulu ya,” ujar salah satu petugas kepada awak media tampak kecewa atas pembatasan tersebut.
Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Prabumulih, Djoko Listyano AP SKM MSi, membenarkan bahwa saat ini sedang berlangsung pertemuan antara pihak RS AR Bunda Prabumulih dengan Dinkes Provinsi Sumsel.
“Hari ini memang ada kunjungan Dinkes Provinsi ke RS AR Bunda. Kami mendampingi sebagai bagian dari fungsi pembinaan dan pengawasan. Ini respon terhadap laporan masyarakat terkait penundaan pelayanan kesehatan terhadap pasien beberapa waktu lalu,” terang Djoko.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Prabumulih, Ronald Artas, menyayangkan tindakan RS AR Bunda tidak transparan dan justru menutup akses informasi terhadap media.
“Kita sangat menyayangkan sikap tertutup tersebut. Wartawan memiliki hak kebebasan pers dan menjalankan tugas jurnalistik secara independen. Seharusnya RS AR Bunda terbuka kepada publik, apalagi jika memang berniat melakukan perbaikan menyeluruh,” tegas Ronald.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Humas RS AR Bunda Prabumulih belum memberikan tanggapan resmi terkait pelarangan peliputan wartawan dalam kunjungan tersebut. (rin)







