DEMO : GMPB melanjut aksi demonya di depan Kantor PHRZ 4 membakar kemenyan pada hari kedua, Kamis. Foto : Rian/FS.COM
PRABUMULIH, FS.COM – Belum dikabulkan atau dipenuhi, aksi demo GMPB kembali berlanjut di hari kedua di depan Kantor PHRZ 4 berlokasi di Bawah Kemang, Kamis, 19 Januari 2023.
Jumlah pendemo tadinya, berjumlah 90 orang berkurang sekitar 50 orang. Sempat kembali berorasi, menyampaikan tuntutan di depan kantor perusahaan milik negara. Tuntutan, antara lain guna melakukan investigasi soal kecurangan dalam rekrutmen tenaga kerja, supaya ke depan lebih transparan.
Lalu, kedua, meminta 50 anggota GMPB dipekerjakan di PHRZ 4 sebagai tenaga kerja harian.
Hal itu disampaikan Perwakilan GMPB, Adi ketika berorasi disaksi massanya ketika aksi demo itu. “Kita menuntut hak kita sebagai warga ring 1 PHRZ 4, kita ingin jadi pekerja harian saja. Bukan, karyawan tetap. Pertamina ini, bertahun-tahun mengambil minyak dari Prabumulih,” ujar Adi.

Lanjutnya, demo ini tidak akan berhenti hingga keinginan GMPB dikabulkan. Tukasnya, banyak kecurangan terjadi rekrutmen tenaga kerja hal itu jelas merugikan warga lokal. “Tujuan investigasi ini, guna mengetahui dugaan kita itu benar atau tidak. Biar sama-sama clear dan transparan, ke depannya dalam rekrutmen tenaga kerja Pertamina lebih baik,” sebutnya.
Kesal, tuntutannya tidak dikabulkan. Para pendemo membakar kemenyan di depan Kantor PHRZ 4, memanjat doa kepada nenek moyang. Agar para orang melakukan kecurangan dalam rekrutmen tenaga kerja di PHRZ 4, mendapatkan ganjaran atau balasan setimpal.
Pantauan awak media, aksi demo itu berjalan aman dan kondusif serta tidak ada anarkis. Apalagi, dijaga ketat ratusan polisi dari Polres Prabumulih.
Perwakilan PHRZ 4, Wawan mengatakan, masalah investigasi mewakili perusahaan ia menjelaskan, menolak permintaan tersebut. “Silakan melaporkan kepada pihak terkait soal dugaan kecurangan itu, dan PHRZ 4 siap menghadapinya,” jelasnya.
Hingga akhir demo berlangsung, para pendemo dari GMPB tuntutannya tidak juga dipenuhi hingga akhirnya membubarkan diri sendiri. (rin)







