Dari Rumah Papan ke Rumah Layak Huni, Impian Cecep Buruh Harian Akhirnya Terwujud

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Pagi itu, Cecep Adi Putra (32) berdiri di ambang pintu rumah barunya. Dinding beton yang kokoh dan lantai keramik yang bersih terasa seperti mimpi yang menjelma nyata. Ia memandang sekeliling rumah sederhana itu dengan mata berkaca-kaca, seolah masih tak percaya bahwa tempat tinggal ini kini benar-benar miliknya.

Selama hampir lima tahun, Cecep dan keluarganya hidup di sebuah rumah papan berukuran 3 x 6 meter persegi. Ruangan sempit itu menjadi segalanya—tempat tidur, dapur, sekaligus ruang berkumpul keluarga. Dinding kamar hanya terbuat dari triplek, sementara lantainya berupa semen biasa. Saat hujan turun, air kerap merembes, dan angin malam mudah menyusup melalui celah-celah kayu.

Sebagai buruh harian, penghasilan Cecep tidak pernah menentu. Dalam sehari, pendapatannya paling besar sekitar Rp100 ribu, bahkan sering kali kurang. Dengan kondisi tersebut, membangun rumah layak huni bagi Cecep dan keluarganya mungkin hanyalah sebuah mimpi—mimpi yang terasa terlalu jauh untuk diraih dan nyaris tak pernah berani ia bayangkan akan terwujud.

Harapan itu mulai berubah ketika PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field menetapkan rumah Cecep sebagai penerima Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Bedah Rumah Tahun 2025. Bagi perusahaan, program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial. Namun bagi Cecep, inilah jawaban dari doa-doa panjang yang selama ini hanya ia panjatkan dalam diam.

Pada Senin, 15 Desember 2025, rumah papan yang dulu menjadi saksi perjuangan hidup keluarga kecil itu resmi berganti wajah. Kini, Cecep menempati rumah baru berukuran 6 x 6 meter persegi, dengan dinding beton yang kokoh dan lantai keramik yang bersih. Rumah itu terasa jauh lebih luas, terang, dan aman.

Di sampingnya, sang istri Juniasari, seorang ibu rumah tangga, tak mampu menyembunyikan rasa haru.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian PEP Prabumulih Field. Dulu rasanya tidak mungkin bisa punya rumah sebagus ini. Karena keterbatasan kami, akhirnya semua ini bisa terwujud berkat Prabumulih Field,” ujarnya lirih.

Senior Manager PEP Prabumulih Field, M. Luthfi Ferdiansyah, menegaskan bahwa program bedah rumah merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan derajat hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Setiap tahun kami melakukan bedah dua rumah di wilayah Prabumulih dan Lembak. Program ini akan terus kami tingkatkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Luthfi juga memohon dukungan masyarakat agar turut membantu PEP Prabumulih Field dalam menjaga keberlanjutan produksi migas.

 

“Kami mohon dukungan seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga aktivitas produksi migas. Sejauh ini, PEP Prabumulih Field terus eksis meningkatkan produksi sehingga tetap stabil, dan ini penting untuk menjaga ketahanan energi nasional,” tegasnya.

Apresiasi juga datang dari pemerintah daerah, Sekda Prabumulih, H Elman ST MM, menilai Program PPM Bedah Rumah sejalan dengan program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan.

“Program bedah rumah ini bukan hanya membantu masyarakat memiliki rumah layak huni, tetapi juga sejalan dengan program pemerintah pusat dan daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan. Kami mengapresiasi dan mendukung langkah PEP Prabumulih Field yang terus konsisten membantu masyarakat,” ujar Elman.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pertamina yang sejak 1974 telah berkontribusi bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Prabumulih.

“Kami mendoakan agar produksi migas Prabumulih Field terus meningkat sehingga kontribusi sosial kepada masyarakat juga semakin besar,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Sukaraja, Andriansyah, menyampaikan terima kasih atas perhatian PEP Prabumulih Field kepada warganya, khususnya masyarakat kurang mampu yang belum memiliki rumah layak huni.

“Kami di kelurahan hanya menerima dan memfasilitasi. Seluruh pelaksanaan Program Bedah Rumah sepenuhnya dikerjakan oleh PEP Prabumulih Field,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data yang telah disampaikan, masih terdapat empat rumah warga lainnya di Kelurahan Sukaraja yang belum tersentuh program bedah rumah. Andriansyah berharap program tersebut dapat terus berlanjut, mengingat Kelurahan Sukaraja merupakan wilayah ring 1 PEP Prabumulih Field. (rin)