KARANG BINDU, FAJARSUMSEL.COM – Pemerintah Desa Karang Bindu pada tahun 2026 mengelola Dana Desa sebesar Rp283.204.000. Namun, pada tahun ini desa tersebut juga mengalami penurunan anggaran yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Desa Karang Bindu, Iin Saputra, mengungkapkan bahwa efisiensi Dana Desa menjadi tantangan tersendiri, namun pihaknya tetap berkomitmen menjalankan program prioritas sesuai kebijakan pemerintah pusat.
“Memang tahun ini Dana Desa kita mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun, kami tetap berupaya agar program-program prioritas tetap berjalan dan dirasakan masyarakat,” ujar Iin Saputra.
Meski anggaran berkurang, Pemdes Karang Bindu tetap memprioritaskan sejumlah program penting, di antaranya Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 32 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), program ketahanan pangan, penanganan kesehatan termasuk pencegahan dan penurunan stunting, serta pengembangan kegiatan Desa Digital.
Selain Dana Desa, Pemerintah Desa Karang Bindu juga mengelola Alokasi Dana Desa (ADD) yang diperuntukkan bagi penghasilan tetap (siltap), operasional pemerintah desa, serta mendukung kegiatan badan dan lembaga desa.
Di sektor pembangunan, Pemdes Karang Bindu tetap menjalankan program strategis berupa pembukaan lahan seluas 25,5 hektare guna mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat, serta pemasangan 10 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan.
Iin Saputra menegaskan, dengan kondisi anggaran yang terbatas, pihaknya akan mengoptimalkan penggunaan dana secara efektif dan tepat sasaran.
“Kami akan tetap berusaha semaksimal mungkin agar seluruh program berjalan dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Desa Karang Bindu,” pungkasnya. (rin)







