Buka Pelatihan BT & CLS di RSUD, Bang Franky Tekankan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Dalam upaya meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani pasien gawat darurat, RSUD Kota Prabumulih menggelar Pelatihan Basic Trauma & Cardiac Life Support (BT & CLS) serta Advanced Cardiac Life Support (ACLS).

Kegiatan berlangsung di lingkungan RSUD Prabumulih ini dibuka secara resmi Wawako Prabumulih, Franky Nasril SKom MM, dan dihadiri oleh para tenaga medis peserta pelatihan serta tim instruktur dari Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 Jakarta.

Dalam sambutannya, Wawako Franky Nasril menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta, baik perawat maupun dokter, dalam meningkatkan kompetensinya di bidang kegawatdaruratan,” ujarnya.

Franky juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian penting dalam upaya memajukan RSUD Prabumulih agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Atas nama Pemkot Prabumulih dan Wako, kami menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Ini langkah nyata dalam memajukan RSUD Prabumulih,” lanjutnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus bersemangat dalam membenahi RSUD Prabumulih, baik dari sisi sarana prasarana maupun kualitas sumber daya manusia.

“Terima kasih kepada tim dari Jakarta yang telah hadir memberikan bekal berharga dalam kegiatan House Training BT dan CLS, khususnya mengenai penanganan pasien kegawatdaruratan. Semoga ilmu yang didapat dapat diterapkan langsung di RSUD Prabumulih,” tegasnya.

“Ikuti kegiatan ini dengan serius, karena ini bagian dari upaya kita bersama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di RSUD Prabumulih,” pungkas Franky.

Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan

Direktur RSUD Prabumulih, drg Sriwidiastuti melalui Ketua Panitia Elin Oktarika menjelaskan, pelatihan ini diikuti 65 peserta, terdiri dari 40 perawat untuk pelatihan BT & CLS dan 25 peserta untuk pelatihan ACLS (terdiri atas 4 dokter umum, 1 dokter spesialis, dan 20 perawat).

Menurut Elin, pelatihan ini sangat penting karena setiap tenaga kesehatan wajib memiliki kompetensi dasar BT dan CLS.

“Keterampilan ini menjadi bekal utama dalam memberikan pertolongan pertama cepat, tepat, dan sesuai prosedur terhadap pasien gawat darurat,” katanya.

Tujuan dan Materi Pelatihan

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan penatalaksanaan kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardiovaskular. Peserta akan dibekali kemampuan melakukan survey primer dan sekunder, resusitasi dan stabilisasi, hingga transfer pasien dengan aman dan tepat waktu.

Instruktur pelatihan berasal dari Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 Jakarta, yang terdiri dari dokter spesialis bedah, dokter spesialis penyakit dalam subspesialis kardiovaskular, serta paramedis bersertifikat BLS & ACLS dari American Heart Association (AHA).

Langkah Nyata Menuju RSUD Unggul

Sebagai rumah sakit rujukan utama di Kota Nanas, RSUD Prabumulih terus berupaya memenuhi standar akreditasi nasional melalui peningkatan kompetensi tenaga medisnya.

Melalui pelatihan BT & CLS ini, diharapkan tenaga medis RSUD Prabumulih semakin tanggap, profesional, dan terampil dalam menghadapi situasi darurat medis — baik di lokasi kejadian maupun di ruang pelayanan rumah sakit.

“Pelatihan ini adalah bentuk komitmen nyata kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien,” tutup Elin Oktarika. (rin)