BNNK Prabumulih Tes Urine Dadakan Pemudik, Sopir Bus dan Truk Tangki Tidak Berkutik Akhirnya Turuti Arahan Petugas Menuju Tempat Tes Urine

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Menjelang arus mudik Lebaran, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih melakukan langkah tegas dengan menghentikan kendaraan travel dan bus serta truk tangki untuk melakukan tes urine terhadap pemudik serta pengemudi.

Kegiatan yang dipimpin langsung Kepala BNN Prabumulih, AKBP Fauzia SP MSi, digelar di depan RM Siang Malam, Senin (16/3/2026). Puluhan kendaraan yang melintas diberhentikan, dan para penumpang serta sopir diminta turun untuk menjalani pemeriksaan urine.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 50 pemudik dan sopir kendaraan umum serta truk menjalani tes urine. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba yang berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan mudik, terutama bagi pengemudi yang membawa banyak penumpang.

Selain BNN, kegiatan ini juga melibatkan Satlantas Polres Prabumulih dan Dinas Kesehatan Kota Prabumulih serta Samapta Polres Prabumulih dan Dishub Prabumulih. Petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan narkoba, tetapi juga melakukan pengecekan kesehatan pengemudi guna memastikan kondisi mereka prima saat berkendara.

Awalnya, dari hasil pemeriksaan sementara seluruh peserta dinyatakan negatif. Namun setelah pemeriksaan lanjutan, petugas menemukan satu orang pengemudi yang hasil tes urinenya positif narkoba.


Kepala BNN Prabumulih, AKBP Fauzia, mengatakan pengemudi tersebut langsung dibawa ke Kantor BNN Prabumulih untuk menjalani proses lanjutan.

“Di akhir pemeriksaan memang ditemukan satu pengemudi yang hasil tes urinenya positif narkoba merupakan sopir truk tangki. Yang bersangkutan langsung kami bawa ke kantor BNN untuk dilakukan asesmen,” ujar Fauzia.

Menurutnya, asesmen tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat ketergantungan serta menentukan pola perawatan atau rehabilitasi yang tepat.


Fauzia menjelaskan, saat pemeriksaan terhadap pengemudi tersebut, tidak ditemukan barang bukti narkoba. Oleh karena itu, penanganan difokuskan pada proses asesmen guna menentukan langkah rehabilitasi sesuai kondisi yang bersangkutan.

Ia juga menegaskan bahwa anggapan penggunaan narkoba dapat meningkatkan stamina saat berkendara jarak jauh merupakan hal yang keliru.

“Tidak benar kalau narkoba bisa membuat stamina kuat saat mudik. Itu jelas bohong dan justru sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.


Melalui kegiatan ini, BNN Prabumulih berharap perjalanan mudik masyarakat dapat berlangsung aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba, sehingga para pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat. (rin)

error: Content is protected !!