BKPRMI Prabumulih Wisuda 543 Santri, Komitmen Berantas Buta Huruf Alquran Terus Digencarkan, Pemkot Siap Berkolaborasi

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Menyiapkan generasi qurani unggul menyongsong masa depan gemilang, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Prabumulih melalui Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Alquran (LPPTKA) menggelar Tasyakuran Bebas Buta Huruf Alquran sekaligus Wisuda Santri di Komplek Islamic Center Prabumulih, Minggu, (6/12/2025).

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 543 santri dari 176 unit TPA/TKA tergabung dalam BKPRMI Prabumulih resmi diwisuda, setelah dinyatakan lulus dalam ujian akhir pembelajaran alquran telah mereka jalani.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri Wawako Prabumulih, Franky Nasril SKom MM didampingi Asisten III Setda Prabumulih Drs Amilton. Turut hadir Ketua DPD BKPRMI Prabumulih, Erwin Firmanza ST MSi, Wakil Ketua DPW BKPRMI Sumatera Selatan Anang Suroso, perwakilan DPW BKPRMI Sumsel, Anggota DPRD Prabumulih Ade Irama SH MH, Perwakilan Komisi DPRD Prabumulih Ben Heri SSi MPd, Kapolsek Prabumulih Timur Iptu Ulta Deanto SH, serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri, Kesbangpol, Kesra, Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umroh, dan undangan lainnya.

Ketua DPD BKPRMI Prabumulih, Erwin Firmanza ST MSi, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan wisuda santri ini sempat direncanakan akan digelar pada Kamis lalu, namun terpaksa diundur dan akhirnya dilaksanakan pada Minggu ini.

“Karena para santri masih menjalani ujian sekolah. Hari Minggu dinilai paling pas, sehingga mereka bisa mengikuti wisuda dengan maksimal,” ungkap Erwin.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, namun menjadi tolak ukur sekaligus evaluasi pembinaan TPA/TKA di bawah naungan BKPRMI Prabumulih.

“Dari sinilah kita bisa melihat langsung hasil pembinaan para ustaz dan ustazah di setiap TPA/TKA,” jelasnya.

Erwin juga mengungkapkan, selama masa kepengurusannya, sekitar 3.000 santri telah berhasil dibebaskan dari buta huruf Alquran. Saat ini, tercatat sekitar 11.800 santri aktif menuntut ilmu di seluruh TPA/TKA di bawah naungan BKPRMI Prabumulih.

Ia menegaskan, bekal Alquran sangat penting bagi para santri dalam menghadapi kemajuan zaman, agar tetap memiliki pondasi iman dan akhlak yang kuat di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tantangan era digital.

Lebih lanjut, Erwin menambahkan, tasyakuran dan wisuda santri ini merupakan agenda rutin tahunan BKPRMI Prabumulih sebagai bentuk komitmen mencetak santri menjadi generasi qurani berakhlak mulia dan berdaya saing.

Dalam kesempatan tersebut, Erwin juga menyampaikan harapan agar Pemkot Prabumulih terus memberikan dukungan melalui penganggaran dana hibah.

“Kami sangat berharap dukungan dari Pemkot Prabumulih melalui dana hibah, guna terus mencetak generasi Qurani di Kota Nanas ini,” harapnya.

Tak lupa, Erwin juga memanjatkan doa agar seluruh rangkaian kegiatan membawa keberkahan.

“Semoga acara ini diberikan keberkahan dan berjalan lancar,” tuturnya.

Selain itu, Erwin juga berpesan kepada para santri bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan mereka dalam membaca dan mempelajari alquran.

“Sudah diwisuda ini bukan berarti berhenti membaca alquran. Terus lanjutkan, membaca alquran demi kemajuan pendidikan agama,” pesannya.

Dalam kesempatan itu pula, Erwin menyampaikan terima kasih atas dimanfaatkannya Komplek Islamic Center Prabumulih sebagai pusat kegiatan keagamaan, khususnya bagi BKPRMI dalam melaksanakan berbagai aktivitas pembinaan umat.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk membantu korban banjir di sejumlah wilayah di Sumatera. Dari kegiatan tersebut, berhasil terkumpul donasi sekitar Rp 2 jutaan yang akan disalurkan melalui BKPRMI setempat di daerah terdampak banjir.

“Ini bentuk kepedulian nyata kita terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW BKPRMI Sumatera Selatan, Anang Suroso, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BKPRMI Prabumulih yang secara konsisten dan rutin melakukan pembinaan santri hingga akhirnya diwisuda.

“Ini bukti keseriusan BKPRMI Prabumulih dalam membangun generasi penerus yang dibekali kemampuan membaca Alquran,” ujarnya.

Anang juga mengungkapkan, berdasarkan survei nasional, saat ini sekitar 63 persen generasi penerus di Indonesia masih belum bisa membaca Alquran.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap angka tersebut dapat terus diturunkan,” katanya.

Ia juga mendorong agar ke depan jumlah unit TPA/TKA di Kota Prabumulih terus ditambah, sebagai upaya memajukan pembinaan santri di bawah naungan BKPRMI.

“Perlu terus ditambah unit TPA/TKA di Prabumulih, agar semakin banyak anak-anak kita yang bisa mengenyam pendidikan Alquran sejak dini,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril SKom MM, menyampaikan terima kasih kepada BKPRMI Prabumulih yang telah melaksanakan kegiatan tasyakuran sekaligus wisuda santri tersebut.

“Laporan yang kami terima ada 543 santri yang diwisuda hari ini. Pemerintah Kota Prabumulih mendukung penuh upaya pemberantasan buta huruf dan aksara Alquran,” tegasnya.

Franky juga mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dalam memajukan pendidikan Alquran di Prabumulih, apalagi saat ini telah ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengaturnya.

“Mari kita berkolaborasi. Ke depan, masuk sekolah wajib bisa membaca Alquran,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan membaca Alquran sangat penting sebagai bekal dasar bagi generasi muda, guna memberantas buta huruf dan aksara Alquran di Kota Prabumulih.

Tak lupa, Bang Franky, sapaan akrab Wakil Wali Kota Prabumulih tersebut, juga mengucapkan selamat kepada seluruh santri yang telah diwisuda.

“Selamat atas wisuda santri ini. Semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat dan menjadi bekal berharga bagi para santri di masa depan,” ucapnya.

“Ini sangat penting sebagai bekal membangun karakter dan akhlak generasi masa depan,” tutupnya.

Acara ditutup dengan doa bersama serta penampilan para santri yang menampilkan hafalan ayat-ayat suci Alquran, sehingga menambah suasana semakin khidmat dan membanggakan. (rin)

error: Content is protected !!