PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM — Antusiasme ratusan mahasiswa Universitas Baturaja (Unbara), Ogan Komering Ulu (OKU), tampak membuncah saat mengikuti kuliah umum industri hulu minyak dan gas bumi (migas) yang digelar PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Ogan Komering bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas).
Berseragam almamater oranye, para mahasiswa memenuhi ruangan dan aktif mengacungkan tangan untuk bertanya. Mereka tak menyia-nyiakan kesempatan berdialog langsung dengan para praktisi migas mengenai peran strategis sektor energi, proses operasional hulu migas, hingga peluang karier di industri tersebut.

Kuliah umum ini menghadirkan Kepala Divisi Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Safei; Superintendent PHE Ogan Komering Field, Dumadi Ferianto; serta Senior Officer Relations Prabumulih, Ogan Komering, Limau, dan Raja Tempirai PHR Zona 4, Ivan Andra Sebayang.
Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa industri hulu migas memiliki peran vital dalam menopang ketahanan energi nasional. Mahasiswa juga diperkenalkan pada tahapan kegiatan hulu migas, mulai dari eksplorasi hingga produksi, serta tantangan yang dihadapi industri di tengah dinamika global dan transisi energi.
Suasana kuliah umum berlangsung interaktif. Diskusi dua arah tercipta ketika mahasiswa melontarkan berbagai pertanyaan kritis seputar teknologi migas, keberlanjutan energi, hingga kesiapan SDM lokal menghadapi kebutuhan industri ke depan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi energi sekaligus mendekatkan dunia industri dengan kalangan akademisi. Selain SKK Migas Sumbagsel dan PHE Ogan Komering, acara ini juga didukung oleh PT Tiara Bumi Petroleum dan Sele Raya.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami peran strategis industri hulu migas serta melihat peluang besar untuk berkontribusi dalam pembangunan energi Indonesia,” ujar Superintendent PHE Ogan Komering Field, Dumadi Ferianto.
Ia menegaskan, PHE Ogan Komering berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui program edukasi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi di wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Sinergi antara industri dan kampus ini mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Baturaja, Lindawati. Menurutnya, kuliah umum tersebut memberikan nilai tambah bagi mahasiswa karena menghadirkan wawasan praktis yang tidak didapatkan sepenuhnya di ruang kelas.
“Mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pemahaman langsung tentang kebutuhan dan dinamika dunia kerja, khususnya di sektor energi,” kata Lindawati.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar lulusan perguruan tinggi semakin siap bersaing dan berkontribusi di industri strategis nasional, termasuk sektor hulu migas yang menjadi salah satu pilar pembangunan energi Indonesia. (ril)







