PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM — Penutupan Pertamina Local Community Leaders Program Zona 4 berlangsung meriah dan penuh semangat, Senin, 23 Juni 2025.
Salah satu momen paling mencuri perhatian dalam acara penutupan ini adalah aksi bela diri menggunakan double stik, serta demonstrasi bongkar pasang senjata dan baris-berbaris ditampilkan oleh para peserta.

Kegiatan telah digelar sejak 10 Juni 2025 ini diikuti 74 peserta dari berbagai unsur, mulai dari internal Pertamina hingga elemen masyarakat di wilayah operasi seperti LSM, ormas, karang taruna, dan wartawan lokal.
Selama 14 hari, para peserta mendapatkan pelatihan intensif bukan hanya dalam hal keterampilan profesional, tetapi juga penguatan karakter, kedisiplinan, dan ketahanan fisik. Salah satu materi unggulan dalam program ini adalah pelatihan semi-militer yang dipandu langsung personel Yon Zipur 2/SG.
Para peserta dilatih teknik dasar bela diri praktis menggunakan double stik, kemudian ditantang mampu melakukan baris berbaris formasi teratur, serta bongkar pasang senjata secara cepat dan tepat. Atraksi ini ditampilkan dalam upacara penutupan di hadapan manajemen Pertamina Zona 4 dan sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintahan dan TNI/Polri.

GM Zona 4, Djudjuwanto, turut menyaksikan langsung jalannya penutupan, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semangat para peserta.
“Kami bangga menyaksikan transformasi para peserta menjadi figur pemimpin komunitas lokal tangguh, disiplin, dan siap menjadi garda terdepan menjaga harmoni sosial di wilayah operasi perusahaan,” ujar Djudjuwanto.
Selain pelatihan fisik, program ini juga meliputi pelatihan dan sertifikasi di berbagai bidang, antara lain:
- Juru Ikat Beban (Rigger) – 34 peserta
- Operator K3 – 16 peserta
- Teknisi AC – 14 peserta (dilengkapi dengan peralatan usaha servis)
- Workshop jurnalistik dan persiapan UKW bagi 9 wartawan lokal
Program ini merupakan pilot project pertama di lingkungan Pertamina Group selaras dengan prinsip pentahelix — kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas. Wilayah operasi Zona 4 sendiri mencakup 258 desa, 45 kecamatan, dan 12 kabupaten/kota di Provinsi Sumsel
“Kami yakin para peserta dapat menjadi bagian dari sistem community-based security akan menjaga kondusifitas daerah dan mendukung kelancaran operasional perusahaan serta pembangunan daerah,” tambah Djudjuwanto.
Kegiatan ditutup penuh kebanggaan, disertai penyerahan piagam serta sesi foto bersama. Program ini diharapkan dapat dilanjutkan dan direplikasi di wilayah kerja Pertamina lainnya. (rin)







