Ada Dugaan Korupsi Retribusi Parkir, APM Minta Bongkar dan Proses Hukum

Abi Rahmat Rizki. Foto : Ist/FAJARSUMSEL.COM

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Banyaknya kebocoran di pengelolaan retribusi parkir di Prabumulih, diduga menjadi penyebab belum optimalnya PAD bersumber dari itu.

Menjadi sorotan LSM APM, menduga adanya dugaan korupsi dalam pengelolaan retribusi parkir di Prabumulih. Diduga, merugikan negara dan penyebabnya kurang optimalnya PAD.

Ketua LSM APM, Abi Rahmat Rizki didampingi Sekjen, Rendi Barlindo meminta APH membongkar dugaan korupsi pengelolaan retribusi parkir, dan memproses hukumnya jika terbukti.

“Kita mendukung kebijakan Cak Arlan dan Bang Franky, mengratiskan parkir di Alfamart dan Indomaret. Tetapi, harapan kita pengelolaan parkir bisa baik dan mengoptimalkan PAD,” jelas Abi, sapaan akrabnya.

Ia mengungkapkan, mendapatkan informasi, setoran parkir tadinya masuk ke kas daerah, guna meningkatkan PAD. Ternyata, ada disalahgunakan buat kepentingan pribadi oknum. “Maka dari itu, kita minta APH usut tuntas dugaan korupsi dalam pengelolaan parkir. Sudah ada contohnya, seperti APH di Kabupaten Banyuasin memproses dugaan korupsi pengelolaan retribusi parkir diduga disalahgunakan,” bebernya.

Jika nantinya, ada proses hukum terhadap pelaku dugaan korupsi pengelolaan parkir di Prabumulih. Setidaknya, memberikan efek jera bagi para pelakunya. Hingga, meminimalisir kebocoran pengelolaan parkir. “Sehingga berjalan optimal, dan meningkatkan PAD dan bisa mencapai target telah ditetapkan,” tandasnya.

Abi juga menyarankan, agar Wako dan Wawako Prabumulih meningkatkan pengawasan dalam pengelolaan parkir di Prabumulih agar berjalan baik dan optimal. “Bisa meningkatkan PAD, sebagai salah satu sumber pendapatan dan membangun Kota Nanas ini,” tutupnya. (rin)