PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Dinkes Prabumulih angkat bicara terkait peristiwa meninggalnya seorang pasien yang diduga melakukan bunuh diri di RS AR Bunda. Kejadian ini menjadi perhatian serius karena menyangkut aspek keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat penegak hukum, yakni Polres Prabumulih, bersama pihak manajemen rumah sakit. Proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap kronologi dan penyebab pasti kejadian.
Kadinkes Prabumulih, Djoko Listyano SKM MSi M MuC HCM C MSP, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menegaskan pentingnya semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Saat ini proses masih berjalan di kepolisian, dan kami mengimbau semua pihak untuk menghormati serta menunggu hasil penyelidikan secara resmi,” ujar Djoko.
Lebih lanjut, Djoko menegaskan bahwa Dinas Kesehatan mendukung langkah manajemen rumah sakit dalam melakukan investigasi internal dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan yang ada.
“Kami mendukung penuh pihak rumah sakit untuk melakukan evaluasi internal secara komprehensif, termasuk meninjau kembali standar operasional prosedur, khususnya terkait pengawasan pasien dengan risiko tinggi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Prabumulih agar meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menangani pasien dengan kondisi rentan, baik secara fisik maupun psikologis.
“Pengawasan terhadap pasien harus diperketat, terutama bagi pasien dengan kondisi tertentu. Keselamatan pasien atau patient safety harus menjadi prioritas utama dalam setiap layanan kesehatan,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, Dinas Kesehatan akan melakukan koordinasi dan monitoring terhadap hasil evaluasi yang dilakukan pihak rumah sakit, serta memperkuat sistem pembinaan layanan kesehatan.
“Kami akan melakukan pembinaan dan penguatan sistem pelayanan, termasuk mendorong peningkatan pengawasan di ruang perawatan agar kejadian serupa tidak terulang,” jelas Djoko.
Di akhir pernyataannya, Dinas Kesehatan mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi. Mari kita tunggu hasil resmi dari proses yang sedang berjalan,” pungkasnya. (ril)







