PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Ketua Komisi I DPRD Kota Prabumulih, Riza Ariansyah, bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke RSUD Kota Prabumulih, Jumat (24/4/2026). Kunjungan ini dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Prabumulih Tahun 2026 sekaligus meninjau langsung pelayanan kesehatan.

Fokus utama sidak adalah memastikan program rehabilitasi Ruang Kelas III Jaminan yang sebelumnya telah diresmikan benar-benar telah difungsikan dan bisa dimanfaatkan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi I juga menerima keluhan terkait masih panjangnya antrean pasien cuci darah di ruang Hemodialisa (HD). Dari hasil peninjauan, diketahui RSUD Prabumulih memiliki 12 unit mesin HD, namun baru 10 unit yang beroperasi.

Menanggapi hal itu, Riza Ariansyah menegaskan agar dua mesin HD yang belum difungsikan segera dioperasikan guna mengurangi antrean pasien.
“Pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat kelas III, harus menjadi prioritas. Jangan sampai pasien menunggu terlalu lama hanya untuk mendapatkan hak dasar mereka,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, persoalan antrean panjang bukan hal sepele karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.

“Kami melihat masih ada dua mesin yang belum difungsikan. Ini harus segera dioperasikan agar antrean cuci darah bisa ditekan. Jangan sampai pelayanan terhambat hanya karena fasilitas belum dimaksimalkan,” ujarnya.
Pihak RSUD Prabumulih menyampaikan bahwa pengoperasian tambahan mesin HD telah diusulkan ke BPJS Kesehatan. Namun, realisasinya masih membutuhkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta dukungan teknis lainnya.
Direktur RSUD Kota Prabumulih, Ade Nur Ichklas, mengatakan pihaknya siap menindaklanjuti masukan dari DPRD guna meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Terkait dua mesin HD yang belum beroperasi, saat ini kami sedang mempersiapkan kebutuhan SDM dan administrasi pendukung, termasuk koordinasi dengan BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, optimalisasi layanan hemodialisa menjadi salah satu prioritas rumah sakit mengingat tingginya kebutuhan pasien.
“Kami memahami kondisi antrean yang terjadi. Oleh karena itu, kami akan berupaya semaksimal mungkin agar seluruh fasilitas yang ada bisa segera difungsikan sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan maksimal,” tambahnya.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Prabumulih agar semakin baik ke depan. (rin)







