PALEMBANG, FAJARSUMSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Muara Enim resmi menjalin kerja sama strategis dengan Perum Bulog melalui penandatanganan dokumen hibah penyediaan infrastruktur pasca panen, Kamis, (9/4/2026), di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Muara Enim, Edison bersama Direktur SDM dan Umum/Transformasi Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto. Kesepakatan serupa juga diikuti oleh Pemerintah Kabupaten Empat Lawang dan Banyuasin.
Dalam kesempatan tersebut, Edison menegaskan bahwa Pemkab Muara Enim menghibahkan lahan seluas 3 hektare di Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, untuk pembangunan gudang Bulog. Menurutnya, keberadaan gudang ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas harga hasil panen petani.
“Gudang ini akan menjadi pusat penyimpanan cadangan pangan sekaligus lumbung strategis daerah. Dengan begitu, hasil panen seperti gabah dan jagung dapat terserap maksimal,” ujar Edison.
Ia menjelaskan, selama ini sebagian besar hasil panen petani Muara Enim masih harus dikirim ke gudang Bulog di Kabupaten Lahat. Kondisi tersebut menyebabkan biaya distribusi meningkat dan serapan gabah belum optimal. Dengan hadirnya gudang baru, sistem logistik pangan diyakini akan lebih efisien dan menguntungkan petani.
Data produksi menunjukkan, pada 2025 Muara Enim menghasilkan 206.211,43 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 113.089 ton beras. Potensi besar ini dinilai perlu didukung infrastruktur penyimpanan yang memadai agar tidak terbuang sia-sia.
Selain memperkuat ketahanan pangan, pembangunan gudang Bulog juga diarahkan untuk menekan laju inflasi daerah. Hingga Maret 2026, inflasi Muara Enim tercatat sebesar 3,49 persen, turun 1,16 persen dibanding bulan sebelumnya. Dengan adanya buffer stok beras dan komoditas pangan, stabilitas harga di pasaran diharapkan semakin terjaga.
Tak hanya itu, gudang ini juga akan mendukung program unggulan daerah, MEMBARA (Muara Enim Beras Murah), guna memastikan distribusi sembako murah berjalan lebih lancar dan tepat sasaran.
Sementara itu, Sudarsono Hardjosoekarto mengungkapkan bahwa setelah penandatanganan, pihaknya akan segera melakukan tahap persiapan, kajian teknis, serta penunjukan konsultan pelaksana sebelum konstruksi dimulai.
“Kami targetkan Desember 2026 gudang Bulog di Muara Enim sudah rampung dan siap diserahterimakan untuk operasional penuh,” jelasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan Perum Bulog, pembangunan gudang ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat, efisiensi distribusi, serta kesejahteraan petani di Bumi Serasan Sekundang. (ril)







