PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Dua desa di Kota Prabumulih, yakni Desa Karangan dan Desa Talang Batu, menjadi lokasi pelaksanaan Praktik Asuhan Kebidanan Komunitas bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Palembang Tahun Akademik 2025–2026, Rabu, 1 April 2026.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, S.Kom., M.M, yang didampingi Asisten I Setda Kota Prabumulih Dr. Drs. H. Aris Priadi, S.H., M.Si.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang Muhammad Taswin, S.Si., Apt., M.M., M.Kes, beserta Wakil Direktur I, II, dan III, Ketua Jurusan Kebidanan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih Djoko Listyano, SKM., M.Si, perwakilan RSUD, Ketua IBI Cabang Prabumulih, Kepala Puskesmas RKT, Sekcam RKT, Kepala Desa Talang Batu, Bhabinkamtibmas, serta para mahasiswa.

Dalam sambutannya, Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga etika profesi selama menjalankan praktik di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
“Keberadaan mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjunjung tinggi etika profesi, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, berkolaborasi dengan tenaga kesehatan setempat, serta memahami kondisi sosial dan budaya di wilayah praktik.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Dinkes: Langkah Strategis Perkuat Pelayanan Kesehatan Primer
Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Djoko Listyano, SKM., M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan praktik kebidanan komunitas ini merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer, khususnya dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Melalui praktik langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga berkontribusi dalam edukasi kesehatan, deteksi dini risiko, serta pendampingan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, lanjut Djoko, siap mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut melalui pendampingan tenaga kesehatan di lapangan serta koordinasi dengan pemerintah desa dan lintas sektor terkait.
Kegiatan praktik ini direncanakan berlangsung selama tiga minggu dan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan.
“Jalankan praktik dengan penuh tanggung jawab, jaga etika profesi, serta bangun hubungan yang baik dengan masyarakat,” tutupnya. (ril)







