ADD dan DD di Prabumulih Dikurangi, Kades Diminta Tetap Optimalkan Program Desa

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang diterima para kepala desa (kades) di Kota Prabumulih pada tahun 2026 mengalami pengurangan cukup signifikan. Pengurangan tersebut terjadi sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, ADD tahun 2026 mengalami pengurangan sebesar 38 persen, sementara Dana Desa (DD) dipangkas hingga 58 persen.
Salah seorang kepala desa yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya pengurangan tersebut.

Menurutnya, pemotongan anggaran terjadi karena kebijakan efisiensi serta adanya program baru dari pemerintah pusat.

“Benar, karena adanya efisiensi. ADD 2026 dikurangi. Sedangkan DD juga dikurangi, apalagi adanya program KDKMP ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Prabumulih, Matnur Latief ST MSi, juga membenarkan adanya pengurangan alokasi anggaran tersebut.

Menurutnya, pemotongan ADD merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat. Sedangkan Dana Desa sebagian dialihkan untuk mendukung program KDKMP yang saat ini tengah digalakkan pemerintah pusat.

“ADD dipotong karena adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, sedangkan DD memang dialihkan guna pembangunan KDKMP yang saat ini tengah digalakkan pemerintah pusat,” jelas Latief.

Meski demikian, ia mengimbau para kepala desa agar tetap mampu mengoptimalkan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa masing-masing.

“Kami meminta para kades tetap mengoptimalkan program desa guna meningkatkan kemajuan desa serta pemberdayaan masyarakat, sehingga masyarakat bisa lebih sejahtera,” pungkasnya. (rin)