Cak Arlan: Mereka Datang Memaksa Masuk, Tidak Ada Pengeroyokan

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – H. Arlan atau yang akrab disapa Cak Arlan membenarkan adanya insiden senggolan mobil antara Pajero warna hitam dan Honda Brio merah di kawasan Simpang Bakaran, dua malam lalu.

Menurutnya, senggolan terjadi saat rombongan pulang dari berbelanja. Karena tidak ada kerusakan berarti pada kedua kendaraan, persoalan tersebut sempat diselesaikan secara damai di lokasi.
“Memang ada senggolan mobil. Karena tidak ada kendaraan yang rusak, sudah selesai dan berdamai di tempat,” ujar Cak Arlan.

Namun situasi berubah ketika pemilik Honda Brio merah memanggil sejumlah rekannya ke lokasi. Cekcok pun terjadi dan berujung pada dugaan pemukulan terhadap sopir Pajero hitam.

“Sopir kita dipukul, tentu ada sanksinya. Itu yang terjadi di lokasi,” tegasnya.

Datang ke Rumah dan Keributan Kedua
Cak Arlan menerangkan, persoalan berlanjut ketika sejumlah orang mendatangi kediaman pribadinya.

“Setelah mereka masuk ke halaman rumah, mendorong pintu pagar dan mencari sopir yang ada di dalam pekarangan rumah pak wali, baru terjadi keributan lagi dengan sopir-sopir,” jelasnya, Rabu (4/3).

Ia menegaskan, kedatangan tersebut bukan hanya sampai di luar pagar, melainkan sudah masuk ke dalam area rumah.
“Masuk ke halaman rumah, bukan di luar pagar,” tegasnya.

Menurut Cak Arlan, para sopir yang berada di dalam pagar rumah justru lebih dulu mendapat perlakuan kekerasan.

“Sopir-sopir yang di dalam pagar dipukuli oleh orang datang tersebut, maka terjadi perkelahian lagi dengan sopir. Bukan anggota, tidak ada anggota yang ikut serta,” terangnya, sudah jelas masuk rumah tanpa izin sebutnya bisa dipidana.

Ia memastikan, tidak ada pengeroyokan yang melibatkan dirinya maupun anggota lainnya di dalam rumah.

“Tidak ada kejadian pemukulan atau pengeroyokan di rumah kita. Itu murni keributan antar sopir,” tandasnya.

Pengakuan Sopir
Sementara itu, sopir Pajero hitam yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa rombongan tersebut masuk hingga ke halaman rumah.

“Mereka masuk ke halaman rumah, bukan di luar pagar. Pintu pagar didorong dan mereka mencari saya,” ungkapnya.

Ia mengaku situasi kembali memanas setelah kedatangan tersebut.

“Karena suasana sudah panas dari lokasi pertama, saat mereka masuk ke halaman rumah terjadi lagi cekcok dan perkelahian antar sopir,” katanya.

Menurutnya, tidak ada keterlibatan anggota atau pihak lain dalam keributan kedua tersebut.

“Yang ribut hanya sesama sopir. Tidak ada anggota yang ikut,” tegasnya. (rin)

error: Content is protected !!