Soroti Fasilitas Ruang Rawat Inap Minim, LSM APM Nilai RSUD Prabumulih Belum Dukung Perubahan Cak Arlan–Bang Franky

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM — Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Prabumulih Menggugat (LSM APM) menyoroti kondisi fasilitas ruang rawat inap di RSUD Prabumulih yang dinilai masih minim dan belum mencerminkan pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat.

Sorotan tersebut disampaikan oleh Ketua DPD LSM APM, Abi Rahmat Rizki, yang menilai kondisi RSUD Prabumulih belum sejalan dengan semangat perubahan yang diusung kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Prabumulih, Cak Arlan dan Bang Franky.

“Fasilitas ruang rawat inap masih banyak dikeluhkan masyarakat. Mulai dari kenyamanan pasien, sarana pendukung, hingga kondisi ruangan yang belum optimal. Termasuk, perlunya ada penambahan genset sebagai sumber listrik cadangan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pasien,” ujar Abi Rahmat Rizki.

Menurut Abi, ketersediaan listrik yang stabil merupakan kebutuhan vital di rumah sakit, terlebih bagi pasien rawat inap yang bergantung pada alat-alat medis dan sistem penunjang lainnya.

“Gangguan listrik di rumah sakit berisiko tinggi. Karena itu, penambahan genset harus menjadi perhatian serius manajemen RSUD,” tegasnya.

LSM APM juga menegaskan bahwa pasien BPJS Kesehatan maupun pasien umum memiliki hak yang sama dalam memperoleh layanan kesehatan beserta fasilitasnya.
“Baik pasien BPJS Kesehatan maupun pasien umum, semuanya telah membayar, baik melalui iuran maupun biaya layanan. Sudah sepatutnya mereka mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang layak dan manusiawi,” lanjut Abi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum LSM APM, Suwarno, menyampaikan bahwa kritik dan saran yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan.

“Ini bukan untuk menjatuhkan siapa pun. Kami mendorong evaluasi menyeluruh, mulai dari fasilitas ruang rawat inap, ketersediaan genset, hingga kualitas pelayanan secara umum,” kata Suwarno.

Ia berharap Pemerintah Kota Prabumulih dan manajemen RSUD dapat segera mengambil langkah konkret agar rumah sakit daerah benar-benar menjadi tumpuan utama masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan.

“Evaluasi dan perbaikan harus segera dilakukan. Tujuannya agar RSUD Prabumulih sejalan dengan semangat perubahan dan peningkatan pelayanan publik,” pungkasnya. (rin)